WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Wabah virus corona yang terus meluas dan memakan korban jiwa di China semakin tinggi, dalam hal ini pemerintah China telah mengumumkan lebih dari 300 orang meninggal dan lebih dari 14 ribu kasus Corona yang ditemukan menjangkit manusia.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan status darurat pada hari Kamis lalu (30/01), menyebut virus corona adalah penyakit ‘luar biasa’ yang butuh penanganan ‘luar biasa’ pada kasus virus corona pada negaranya masing – masing.
- SEBULAN RS TAK BERI RAWAT INAP ANAK PENDERITA TUMOR KARENA PENUH
- INI TEMUAN 3 MAHASISWA UNAIR SALEB PENYEMBUH LUKA DIABETES
- WASPADA PENYAKIT LANGKA MONKEYPOX TELAH MASUK SINGAPURA
- PRIHATIN MENINGKAT PENDERITA KANKER BUDE KARWO KOMITMEN TANGGULANGI
- KOORDINASI DENGAN DINAS CARA BUDE KARWO TINGKATKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
Berbagai negara telah melakukan antisipasi dengan menutup penerbangan langsung dari negaranya menuju China maupun sebaliknya bahkan kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan untuk warga negara China untuk sementara juga dihentikan termasuk Indonesia.
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama jajarannya begitu tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu, (02/02/2020) langsung membahas masalah corona yang menghasilkan beberapa poin yang akhirnya diumumkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Pada keterangan persnya seusai rapat Retno menyampaikan, “Pertama, sejumlah 243 orang, termasuk 5 orang Tim Aju (tim pendahulu) yang dipulangkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, RRT, telah tiba dengan selamat di Natuna, mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari. Masa observasi ini juga akan dilakukan oleh 42 tim penjemput WNI dari Wuhan, sehingga total orang yang akan menjalankan observasi adalah 285. Sampai saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat,” jelas Retno.

Kedua, Retno mengatakan bahwa, “Menteri Kesehatan bersama dengan tim akan membuka kantor di Natuna, juru bicara dari Menteri Kesehatan dari waktu ke waktu akan menyampaikan update perkembangan. Ketiga, penerbangan langsung dari dan ke daratan RRT ditunda untuk sementara mulai hari Rabu, 5 Februari 2020, pukul 00 : 00 WIB,” imbuhnya.
Keempat, Retno melanjutkan, “semua pendatang yang tiba dari daratan RRT dan sudah berada di sana selama 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia. Kelima, kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di daratan RRT untuk sementara dihentikan,” lanjutnya.
“Keenam, Pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China,” tandasnya. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.