WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Nasib Malang dialami pemuda usia 21 tahun, di kota Probolinggo, Jawa Timur. Selama 3 tahun ini, ia hidup dalam pemasungan oleh pihak keluarga.
Adalah Agus Tiranda, warga kelurahan Sumber Wetan kecamatan Kedupok, kota setempat. Kakinya terpaksa harus dirantai di sebuah ranjang bambu, agar tidak membahayakan keselamatan orang lain, maupun dirinya sendiri.
Ayah Agus, Kurniadi mengungkapkan, anaknya terpaksa dipasung lantaran mengalami gangguan kejiwaan, kerap mengamuk, dan meronta – ronta sewaktu – waktu, tanpa sebab yang jelas.
Lebih lanjut, Kurniadi menceritakan, gangguan kejiwaan Anaknya bermula pasca Agus mengalami overdosis, yang diduga karena pengaruh Pil Koplo Beberapa tahun lalu.
Kala itu, Agus sempat dirawat di Rumah sakit, karena kerap mengeluh pusing dan kepala pening. “Saat itu agus sering pusing, dan melompat – lompat seperti anjing, serta beberapa hari di rumah sakit anak saya malah ngelantur bicaranya,” terang Kurniadi, Sabtu (30/09/2017).
Putra pertama dari lima bersaudara, pasangan Kurniadi dan Lilik itu pun, akhirnya dirantai sepulang dari rumah sakit, lantaran sering mengamuk, keluar rumah dan tidak pulang.
Perawatan Agus yang memakan banyak biaya, membuat pihak keluarga yang tergolong miskin, tak mampu berbuat banyak. Jalan terakhir keluarga, akhirnya melakukan pembelengguan terhadap Agus.
Saat ini, pihak keluarga sudah tidak punya biaya untuk melakukan pengobatan. Kurniadi berharap, ada uluran tangan dari Pemerintah maupun pihak terkait, yang bisa membantu meringankan biaya pengobatan Agus.
(Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.