Jumat, 17 April 2026, 12:20
Home / NEWS / JATUH DARI KETINGGIAN 4 M, PELAJAR SD DIRAWAT INTENSIF
Seorang pelajar yang terjatuh dari Plafon sekolah menjalani perawatan di rumah sakit.

JATUH DARI KETINGGIAN 4 M, PELAJAR SD DIRAWAT INTENSIF

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Seorang pelajar tingkat Sekolah Dasar harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, pasca terjatuh dari plafon sekolah. Korban berinisial ASR (11), murid SDN 3 Ngantru Kabupaten Trenggalek, terjatuh dari plafon sekolahnya setinggi 4 meter saat mengambil bola. Akibatnya, siswa kelas 4 ini harus dirawat intensif di RSUD dr Sudomo Trenggalek guna mendapatkan pertolongan.

Dikonfirmasi, ayah kandung ASR ,Yulianto (32) mengatakan, dirinya mengetahui hal tersebut setelah dihubungi melalui telepon. Sadar anaknya celaka, pria yang kesehariannya berdagang parfum ini langsung menghampiri anaknya di rumah sakit.

“Saya mendapat kabar dari telepon, dan langsung saja saya bergegas ke rumah sakit,” ucap Yuli, Sabtu (12/01/2019).

Ia menjelaskan, saat itu, anaknya sedang bermain bola seperti biasa dengan teman sekolahnya di area halaman. Namun tiba – tiba bolanya tertendang keras mengarah ke atas hingga masuk ke lubang plafon sekolah yang masih tahap renovasi.

“Saat bermain bola, bola tersebut ditendang hingga masuk lubang plafon samping bantaran lantai dua sekolah yang masih belum selesai pembangunannya, ” imbuhnya.

Akan tetapi, lantaran antara plafon atap sekolah dan bantaran lantai 2 tidak ada pagar pengamannya, tanpa disadari ASR menginjak plafon tersebut hingga terperosok dan jatuh.

“Kira – kira setinggi 4 meter dari tanah, sehingga anak saya mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya,” tutur Yuli.

Sebenarnya, pihaknya telah mewanti – wanti pihak sekolah agar membuat pagar pengaman antara batas bangunan lantai 2 dengan bangunan lama. Namun sampai sekarang bangunan yang menurut informasi dari anggaran swakelola sekolah berasal bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut tidak pernah terwujud.

“Kita sudah mengusulkan pagar, tapi sampai sekarang tidak pernah ada pagar itu,” tegasnya.

Sementara pihak RSUD dr Sudomo juga enggan dikonfirmasi penanganan medis terhadap korban ASR. Bahkan pihak RS sempat membentak wartawan untuk tidak meliput dan mengambil gambar korban.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek menegaskan kejadian yang dikategorikan kelalaian tersebut murni kesalahan pihak sekolah. “Pihak dinas tidak salah, yang salah ya sekolah itu karena lalai membiarkan anak – anak masuk kedalam bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui tindakan dinas maupun sekolah terkait masalah itu. Dan justru terkesan diabaikan begitu saja. (mil)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …