Selasa, 26 Mei 2026, 19:02
Home / INTERNASIONAL / BEBERAPA ANAK MILIADER TEWAS AKIBAT SERANGAN BOM SRI LANKA
Pasukan Keamanan Sri Lanka berjaga pasca Bom.

BEBERAPA ANAK MILIADER TEWAS AKIBAT SERANGAN BOM SRI LANKA

WAGATABERITA.COM – WASHINGTON DC. Salah seorang korban bom mematikan yang mengguncang Sri Lanka adalah seorang siswa kelas lima di salah satu sekolah bergengsi di Washington, DC.

Kieran Shafritz de Zoysa meninggal akibat bom yang meledak secara bersamaan mengguncang tiga Gereja dan tiga Hotel mewah di negara kepulauan itu, tulis Sidwell Friends School pada sepucuk surat yang dikirimkan kepada siswa dan orang tua.

Kieran sebetulnya akan kembali ke sekolah setelah cuti belajar dan tinggal di Sri Lanka, “Kieran sangat ingin belajar, dia memuja teman – temannya, dan dia sangat senang bisa kembali ke Sidwell Friends pada tahun ajaran yang akan datang, kami sangat menyesal tidak mendapatkan kesempatan untuk menyambut Kieran ke Sekolah Menengah,” jelas sekolah dalam isi surat tersebut.

Sidwell Friends School salah satu sekolah yang kelasnya berawal dari TK hingga kelas 12 dan menjadi sekolah bagi alumni terkemuka termasuk Chelsea Clinton dan Malia dan Sasha Obama.

Dalam hal ini Sekolah meminta orang tua untuk mencegah anak – anak mereka mendiskusikan kematian anak itu di layanan pengiriman pesan kelompok dan mengatakan bahwa para penasihat akan disediakan.

Dalam hal ini tiga anak miliarder Denmark Anders Holch Povlsen, yang memiliki perusahaan pakaian Bestseller dan pemegang saham di pengecer online ASOS, juga tewas dalam serangan itu.

Diketahui pemboman hari Minggu terjadi saat kebaktian Gereja dan brunch Paskah di hotel – hotel, serangan itu dilakukan oleh tujuh pembom bunuh diri, dan 24 tersangka telah ditangkap, kata pihak berwenang Senin. Polisi kemudian melaporkan dua ledakan tambahan.

Enam ledakan yang hampir bersamaan terjadi di Hotel Cinnamon Grand, Shangri – La dan Kingsbury di Colombo, serta tiga Gereja.

Pejabat pemerintah mengatakan bahwa pihak berwenang Sri Lanka telah diperingatkan tentang kemungkinan rencana teroris hanya dua minggu sebelum serangan hari Minggu. Badan – badan intelijen internasional telah memberi tahu rekan – rekan Sri Lanka pada 4 April bahwa Gereja dan tujuan wisata menjadi sasaran, menurut Menteri kesehatan negara itu.

Hemasiri Fernando, kepala staf untuk presiden Sri Lanka, juga mengatakan bahwa agen keamanan negara telah diberitahu sebelumnya.

Menurut Fernando, para pejabat Sri Lanka diperingatkan bahwa ‘kelompok kecil’ yang sangat terorganisasi dan kuat” telah merencanakan serangan. “Kami tidak pernah berharap itu menjadi sebesar ini, kami tidak pernah mengira itu akan terjadi begitu cepat seperti di lansir nbc Selasa (23/04/2019). (Red/*)

Baca Juga:

    Check Also

    USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

    WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …