WAGATABERITA.COM – MAGELANG. Deputi Bidang Partisipasi Media Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Indra Gunawan menghadiri kegiatan Festival Media Komunitas 2019 di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Diketahui dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator, Minggu (20/10/2019).
- KEMEN PPPA APRESIASI LANGKAH CEPAT KEMENDIKBUD JAWAB KELUHAN ANAK DAN ORANG TUA TENTANG BDR
- MENTERI BINTANG AJAK SEMUA WASPADA PADA PENGGUNA MEDSOS KARENA BANYAK PERDAGANGAN ANAK
- SUARA ANAK PERLU DIDENGAR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEBUTUHAN ANAK
- KEMEN PPPA MINTA SEMUA IKUT MENJAMIN HAK ANAK KELOMPOK MINORITAS
- INI HASIL SUARA ANAK PADA PERINGATAN HAN 2019
“Internet dan media sosial bisa menjadi gerbang masuknya anak menjadi korban eksploitasi seksual. Anak juga bisa menjadi sasaran cyberbullying, radikalisme, incaran para predator pedofil, hingga pengaruh konten yang tidak pantas. Anak – anak perlu kita bekali agar bersikap bijak dalam memanfaatkan media sosial. Maka dari itu, kami sangat mendukung pelibatan seluruh lapisan, baik media, komunitas, masyarakat, dan Pemerintah untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan bagi perempuan dan anak di Indonesia,” jelas Indra.
Agung Yudha perwakilan Twitter Indonesia mengatakan bahwa dalam mengelola akun media sosial pribadi remaja perlu diberikan pendampingan juga pemahaman agar mereka menjaga akun tersebut layaknya ruang bermain mereka, “masing – masing wadah media sosial punya aturan dan persyaratannya sendiri. Nah, ketika kita ingin membuat sebuah aku media sosial apa kita pernah membaca secara detail aturannya? Pasti mayoritas dari kita langsung klik ‘setuju’ Padahal, ini sangat bermanfaat bagi keamanan dan privasi akun kita. Hal ini sama seperti menjaga tempat bermain kita. Misalnya, dalam sebuah kolam bola kita tidak diperbolehkan menggunakan sepatu karena demi keamanan dan kenyamanan kita,” tutur Agung.

Selain Agung hadir Bripka Herman Hadi Basuki dari Polres Purworejo atau akrab disapa Pak Babin dan pemilik akun Youtube Polisi Motret berbagi pengalaman, “Awal saya membuat konten video adalah untuk mensosialisasikan program kepolisian, namun yang tertarik untuk menonton sangatlah sedikit. Nah, ketika saya iseng membuat konten bersama anak – anak dengan gaya yang santai dan humoris, dalam satu malam sudah dilihat banyak orang hingga mencapai satu juta orang. Padahal, hanya dengan menggunakan kamera ‘handphone’ Maka dari itu, saya terus termotivasi untuk menyampaikan nilai – nilai positif dengan gaya yang natural dan humoris,” cerita Bripka Herman.
Diinformasikan Kemen PPPA bekerjasama dengan Perkumpulan Masyarakat Peduli Media (MPM) Yogyakarta dan melibatkan Karang Taruna Desa Borobudur, komunitas konten kreator, komunitas ‘Blogger, komunitas, Vlogger’ dan Jaringan Radio Komunitas Jawa Tengah menyelenggarakan Festival Media Komunikasi 2019. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.