Minggu, 19 April 2026, 11:06
Home / NEWS / JATIM BELUM AKAN LAKUKAN PSBB BILA EKONOMI MASYARAKAT BELUM DAPAT DIJAMIN PEMPROV
Khofifah saat memberikan sambutan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun 2019.

JATIM BELUM AKAN LAKUKAN PSBB BILA EKONOMI MASYARAKAT BELUM DAPAT DIJAMIN PEMPROV

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam rangka mencegah penyebaran Corona Virus Diseases atau Covid – 19 Presiden Joko Widodo telah mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat diberlakukan Daerah dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

Tetapi dalam hal ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Jatim belum akan memberlakukan hal tersebut sebab ia tidak bisa melarang, bila belum bisa mengintervensi kondisi ekonomi masyarakat dengan jaminan pengamanan sosial (social safety net). “Jadi kami tidak bisa melarang masyarakat Jatim yang merantau untuk mudik, kalau belum bisa menjamin mereka. Itu as soon as posible,” ujarnya.

Langkah arahan dan himbauan dengan berdialog dengan asosiasi pedagang pecel lele, pedagang sate madura dan soto Lamongan yang ada di luar Provinsi bersama Bupati ia berharap upaya pemaksimalan ikhtiar yang dilakukan Jatim bisa aktif dan efektif. “Tagline Jatim adalah bergotong royong melawan covid – 19, semoga ikhtiar ini mendapat hasil maksimal,” kata Khofifah di ruang kerjanya Senin (06/04/2020).

Hingga kini Gubernur belum mendapat tembusan dari Bupati atau Walikota yang ingin mengajukan PSBB, sementara beberapa ikhtiar yang sudah dilakukan Jatim antara lain terus mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan physicql distancing selama masa darurat covid – 19, rajin cuci tangan dengan sabun dan tetap di rumah atau tidak keluar bila tidak ada keperluan yang mendesak.

Pemprov Jatim telah juga menggandeng Perhutani berkoordinasi untuk menyiapkan lahan bagi pemakaman pasien meninggal karena Covid – 19, selain itu Pemprov Jatim juga menyiapkan dua unit mobil ambulan untuk mengantar pasien positif Covid – 19 dipindahkan atau dirujuk dan juga mengantar / pemulasaraan jenazah kepemakaman.

Alat komunikasi berupa smartphone yang telah dipasang aplikasi sebagai monitoring data terbaru tentang Covid – 19 juga dibagikan Gubernur kepada 75 rumah sakit rujukan dengan harapan bisa diketahui dinamika masing – masing rumah sakit rujukan sehingga respon cepat untuk penanganan guna dapat menghentikan penyebaran Covid – 19. (Red)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …