WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Peredaran narkotika dalam kondisi apapun tampaknya tak pernah berhenti terbukti pada penyebaran Corona ini masih saja kedapatan atau tertangkap para pengedar hingga pemakai narkotika, seperti hal nya yang baru – baru ini terungkap peredaran narkotika dari hasil memproduksi sendiri oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim).
Tertangkap dengan barang bukti lebih 5 kg Narkotika jenis sabu – sabu oleh BNNP Jatim 4 tersangka yang kebetulan mengaku mantan pemain sepak bola itu diamankan, semetara narkotika sendiri diketahui selama ini telah menyasar berbagai lini kehidupan masyarakat baik artis, pejabat, pengusaha hingga pelajar dan lain – lain ada yang menjadi korbannya.
- MUSNAHKAN NARKOTIKA BNNP JATIM AKAN TINDAK TEGAS PENGEDAR DITENGAH PANDEMI CORONA
- PERANGI NARKOTIKA DPRD BANYUWANGI KUNJUNGI BNNP JATIM BAHAS RAPERDA
- DIAN GEN AKAN TERUS KAMPANYE CEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DENGAN MUSIK
- REDAM PENGGUNA NARKOBA JADI LEBIH SENIOR KEPALA BNNP SETUJU JATIM MILIKI RS REHABILITASI
- FASILITAS REHABILITASI TAK LENGKAP CELAH PENYELEWENGAN WEWENANG OKNUM APARAT
Prihatin akan hal tersebut khususnya mencegah peredaran narkotika agar tak menyasar dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Jawa Timur seminar online dengan tema ‘Webinar Sehati Untuk Pendidikan Indonesia Yang Bersih Narkoba’ diselenggarakan, Kamis (21/05/2020).
Tampak narasumber yang hadir dalam seminar ini diantaranya Brigjend Pol drs Bambang Priyambadha SH M.hum, Kepala BNNP Jatim, Dr Ir H Wahyudi MT Kepala Dinas Pendidikan Jatim yang diwakili Kepala cabang Jombang drs Trisilo Budi Prasetyo MM, Kunjung Wahyudi ST MSi Ketua Komnas Pendidikan Jatim, Eka Ratnawati S.Psi Duta Kata Hati Jatim, Bagus Tri Widiantoro Founder MSU Indonesia.
Pada kesempatannya Bambang Priyambadha mengatakan, “Inpres no 2 tahun 2020 tetang rencana aksi nasional yang intinya harus melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika, pada dunia pendidikan di terapkan kurikulum terintegrasi,” jelasnya.

Sementara Trisilo Budi Prasetyo Kacap Pendidikan Jombang menjelaskan, “tahun 2013 Jawa Timur telah melaksanakan kurikulum anti narkoba terintegrasi dimana saat itu Provinsi lain belum melaksanakan kurikulum terintegrasi tersebut,” ungkapnya.
Eka Ratnawati S.Psi Duta Kata Hati Jatim memaparkan, “pada kondisi pandemi ini adalah peluang yang sangat luar biasa dan peluang besar terhadap orang tua untuk terus mendampingi putra putrinya memberikan pengetahuan dan edukasi tentang narkoba ini,” paparnya.
Sedangkan Kunjung Wahyudi ST MSi Ketua Komnas Pendidikan Jatim menambahkan, “kami dari Komnas Pendidikan telah menyampaikan pengarahan bahaya narkoba pada sekolah – sekolah saat upacara hari Senin sehingga cukup mengena pada anak – anak didik kita,” terangnya. (Juliman)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.