Jumat, 5 Juni 2026, 14:28
Home / SURABAYA / BAMBU RUNCING SIMBOL KEPAHLAWANAN KOTA BUAYA

BAMBU RUNCING SIMBOL KEPAHLAWANAN KOTA BUAYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Warga Indonesia pasti tahu, bambu runcing adalah senjata tradisional yang digunakan saat pertempuran melawan Belanda pada zaman penjajahan. Konon tentara Belanda lebih takut kepada bambu runcing dari pada senjata berpeluru tajam. Maklum,  korban yang terkena peluru tajam atau senjata api, cepat matinya . Atau kalau tidak parah bisa diobati hingga sembuh. Sementara jika terkena  senjata bambu runcing, sulit diobati dan matinya pelan pelan. Mati tersiksa.

Bambu runcing menjadi  salah satu simbol kepahlawanan  yang diabadikan melalui Monumen Bambu Runcing.  Monumen ini berlokasi di Jalan Jendral Panglima Sudirman, tepat di jantung Kota Surabaya yang sering disebut Kota Buaya. Monumen inilah salah satu bukti kalau Surabaya adalah Kota Pahlawan, mengingat pertempuran sengit pada 10 November 1945.

Ada 5 pilar berbentuk bambu runcing, dengan tinggi berbeda pada masing-masing pilar. Pada waktu tertentu, air mengalir dari pilar tersebut layaknya air mancur.

Disekitar  area monumen,  dikelilingi oleh taman kecil yang penuh dengan aneka ragam tanaman hias yang indah dan mempesona.

Taman hias tersebut berfungsi ganda. Tak sekedar sebagai tempat bagi warga Surabaya untuk bisa rileks menikmati suasana taman, namun fungsi lain taman sebagai penyerap polusi.

Monumen bambu runcing ini  menjadi salah satu ikon pariwisata kota Surabaya  yang berhubungan dengan situs sejarah perjuangan bangsa. “Pada malam hari, di sekitar kawasan Monumen  banyak dikunjungi anak-anak muda. Selain mereka yang tergabung dalam klub motor, sebagian menikmati bersama teman atau keluarga sekedar menghabiskan waktu untuk mengobrol atau minum kopi.” Ujar Brigadir Eko Yanuar Sabhara Polrestabes Surabaya. (Ahmad Syahri Romadhoni/Rd).

Baca Juga:

    Check Also

    AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

    WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO