
WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Komedian Bambang Gentolet meninggal dunia pada Kamis (27/04) malam. Pria dengan nama asli Kasbianto ini tutup usia di usia 76 tahun karena serangan jantung.
Beberapa kerabat dan keluarga yang mendengar berita duka langsung berdatangan untuk takziah di kediaman almarhum di Jalan Manukan Tengah III Blok 61 No 1, Surabaya.
Winarni (41), anak Bambang Jumat (28/04/2017) mengatakan, bapaknya tidak pernah sakit berat dan sampai masuk rumah sakit selama masa hidupnya.
“Memang, dulu bapak perokok berat. Tapi sudah berhenti sejak lama,“ kata Winarni.
Anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Bambang (alm) dan Wijiarti (almh) ini menuturkan, bapaknya mengeluh sakit pada bagian dada dan sesak nafas sebelum dinyatakan meninggal oleh dokter rumah sakit Bhakti Dharma Husada Surabaya.

“Bapak merasakan sakit dan sesak sekitar jam sembilan malam. Semakin lama kondisinya drop dan keluar keringat dingin. Saya langsung antar dia ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit sudah dinyatakan meninggal oleh dokter,“ ucap Winarni.
Winarni mengatakan, dia tak merasakan firasat berupa mimpi atau gelagat yang aneh pada Bambang sebelum meninggal.
Sebelum meninggal, Bambang, lanjut Winarni, sempat bekerja seperti biasanya.
Dia pulang ke rumah sekitar pukul 17 : 00 WIB dan langsung istirahat, “Nggak ada firasat apapun. Paginya bapak masih sempat rekaman di radio. Setelah itu dia bantu temannya jualan arloji di ITC Gembong,“ papar Winarni.
Sampai akhirnya sekitar jam 21 : 00 WIB, pelawak yang pernah bergabung dengan Srimulat ini terkena serangan jantung dan meninggal dunia.
Bambang meninggalkan dua anak dan tiga cucu. Jenazah Bambang dimakamkan di tempat pemakaman umum Babat Jerawat, Surabaya pukul 14 : 00 WIB.
Sementara itu Eko Untoro Kurniawan, alias Eko Tralala, rekan almarhum mengatakan, dia bertemu Bambang sekitar sebulan yang lalu.
“Dia orang baik dan senior saya. Orangnya baik. Saya sering ngajak dia kalau ada job,“ ucap Eko.

Bambang lahir di Yogyakarta pada 21 Juni 1946 dengan nama Kasbianto. Bakat Bambang sebagai komedian sudah terlihat sejak dia duduk dibangku SMP.
Dia memutuskan bekerja dan tidak melanjutkan ke SMA. Pada 1967 Bambang merantau ke Tegal dan bergabung dengan grup lawak Lokakarya.
Mereka sering menggelar pertunjukan di Surabaya, dan sampai akhirnya Bambang pindah ke Srimulat. Dan juga memilih untuk pindah ke Surabaya.
Karir Bambang melesat dan dia termasuk orang yang membesarkan Srimulat. Ciri khas Bambang saat manggung adalah potongan rambut cepak dan berjambul.
Ketika Srimulat meredup, Bambang sering tampil bersama teman – temannya di Jawa Timur. Salah satunya bersama Sutoyo atau yang dikenal dengan Hunter Parabola. Keduanya punya ciri khas yang sama, yaitu rambut cepak.
Selain melawak dari panggung ke panggung, Bambang juga mengisi acara di sebuah stasiun televisi lokal dan radio.
Rencananya, Sabtu (06/05), Bambang akan tampil di TVRI stasiun Surabaya brsama Koes Ploes, Charlie Setia Band, dan Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf.
Pada 30 April Bambang juga diundang pemerintah kota Surabaya untuk tampil melawak di acara yang di gelar di Tambaksari, Surabaya. Tapi Allah berkehendak lain. Dia memanggil untuk menghadap – Nya. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.