Sabtu, 18 April 2026, 22:26
Home / KESEHATAN / WARGA LAKARDOWO PEJUANG LINGKUNGAN DAN ACAMAN LIMBAH BERBAHAYA
Warga LAKARDOWO Memasang Poster Sebagai Bentuk Protes Terhadap Dugaan Tercemar Limbah B3. Sumber Foto : Prigi Arisandi

WARGA LAKARDOWO PEJUANG LINGKUNGAN DAN ACAMAN LIMBAH BERBAHAYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. HARI BUMI. Begitu berarti bagi para aktivis lingkungan, baik kalangan akademisi maupun praktisi lingkungan. Mereka terus mengajak masyarakat, untuk konsen dan konsisten memperjuangkan kelestarian alam dan kesimbangannya dari kerusakan lingkungan. Meski itu penyebabnya adalah alam sendiri, apalagi kalau itu disebabkan oleh ulah manusia, termasuk kaum berduit.

Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar seminar yang bertemakan ‘’Air Dalam Perubahan Iklim’’ Kamis (20/04) silam bertempat di Gedung Perpustakaan lantai 5.

Seminar yang diselenggarakan oleh Pusham, PSL dan PSET, Universitas Surabaya (Ubaya) itu merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Bumi dan dihadiri utusan dari berbagai instansi pemerintah di Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya serta para aktivis lingkungan dan mahasiswa.

Pembicara, dari aktivis lingkungan yakni Prigi Arisandi (Konservasi Ekologi dan Lahan Basah) dan Iva Hasanah (Kelompok Perempuan dan Sumber – sumber Kehidupan). Sedangkan moderator adalah Tuani L. Simangunson (Ketua Pusat Studi Lingkungan) Ubaya.

Selain itu, juga ada pembicara dari kalangan akademisi yang merupakan ahli lingkungan yakni Dian Noeswantari (Peneliti Pusat Studi HAM) dan Elieser Tarigan (Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan). Keduanya dari Universitas Surabaya.

Ada sisi menarik dari seminar itu. Ketika Prigi Arisandi menayangkan foto dukumentasi sebagai bagian dari materi presentasenya, terlihat betapa mengerikan permasalahan lingkungan di Jawa Timur.

Sebab, secara kasak mata, terlihat dengan jelas kerusakan lingkungan akibat sejumlah perusahaan yang ada di Jawa Timur hingga limbah industrinya mencemari sungai Brantas.

Memang, tak disebutkan nama – nama perusahaan yang terindikasi limbah pabriknya mencemari sungai Brantas, tapi secara umum, kata Prigi, 150 perusahaan di Jawa Timur, ikut berkontribusi terhadap pencemaran air sungai salah satunya sungai Brantas.

Data yang disertai foto – foto pencemaran lingkungan yang disampaikan Prigi Arisandi, pada seminar itu, sungguh sangat mengejutkan peserta seminar. Apalagi ternyata, ada 150 perusahaan di Jawa Timur, kata Prigi Arisandi, ikut berkontribusi mencemari lingkungan.

Perusahaan – perusahaan itu berada di Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto dan Kota Surabaya. Ngeri memang. Bahkan, ada sebuah perkampungan (pemukiman) yang warganya diduga menjadi korban limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yakni LAKARDOWO yang terletak di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Kata Prigi, warga LAKARDOWO kebanyakan menderita penyakit gatal – gatal. Telapak tangan dan jari tangan, terlihat ada benjolan kemerahan. Itu semua, kata Prigi Arisandi, diduga akibat terkontaminasi limbah B3 yang dibuang oleh perusahaan.

‘’150 perusahan industri di Jawa Timur berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan di Mojokerto, Sidoarjo dan Surabaya,‘’ tandas Prigi disela – sela seminar Hari Bumi.

Air sumur warga LAKARDOWO, terlihat jelas diduga terkontaminasi limbah B3 dari sebuah perusahaan, akibatnya, warga saat ini kesulitan mendapatkan air bersih. Air sumur yang selama ini mereka gunakan, tak lagi bisa dikonsumsi. Jangankan untuk diminum, digunakan untuk mandi pun, sudah berbahaya.

Warga LAKARDOWO pun, terus menyuarakan permasalahan mereka kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kamis (27/04), 22 orang petani desa LAKARDOWO mendatangi Kantor Gubernur Jatim. Mereka ingin bertemu Pakde Karwo, panggilan akrab Gubernur Jatim itu guna mengadukan nasib mereka, terkait air bersih, sebab sumur mereka saat ini diduga terkontaminasi limbah B3. Tetapi harapan mereka tak terwujud, waktu itu Pakde Karwo sedang dinas ke Jakarta.

Meski begitu, mereka tak berputus asa, esok harinya, Jumat (28/04), warga LAKARDOWO yang umumnya kaum ibu itu, kembali mendatangi kantor Gubernur Jatim.

Satu persatu mereka memegang poster yang bertuliskan kata – kata ‘’kami ingin mendapatkan air bersih,’’ Mereka sempat ditemui Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf, kata Prigi yang juga ikut mendampingi warga tersebut.

Tak jelas apa hasil pembicaraan warga LAKARDOWO dengan Wagub Syaifullah Yusuf, tapi yang jelas mereka mengadukan nasib untuk memperoleh perlindungan dari ancaman limbah B3. Mereka masih juga mengharapkan perhatian serius Pemprov Jatim agar warga LAKARDOWO kembali mendapatkan air bersih.

Gubernur Jatim Soekarwo, rupanya orang yang sangat diharapkan warga untuk mencarikan solusi permasalahan LAKARDOWO. Kepada wagataberita.com, Pakde Karwo, mengakui, kalau ada warga LAKARDOWO yang mempermasalahkan air bersih. Tapi itu, bukan masalah limbah B3. ‘’Diprotes, tetapi kalau tercemar sih nggak, karena itu semua diprotek standar B3, ‘’ujar Soekarwo usai menghadiri peluncuran buku di Grand City Mall, Surabaya, Sabtu (29/04) lalu.

Warga LAKARDOWO hanya bisa mengadukan nasib mereka untuk memperoleh air bersih, hasilnya masih tanda tanya besar. Tapi paling tidak, mereka sudah tercatat sebagai pejuang lingkungan yang ingin keluar dari ancaman yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Selasa (02/05/2017). (Haludin Ma’waledha)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO