Jumat, 3 Desember 2021, 0:17
Home / KESEHATAN / MANAGER DAN PNS DI SURABAYA TERDETEKSI PENGIDAP HIV/AIDS
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita (Kiri) Saat Memberikan Keterangan Pers Rabu (03/05/2017). Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

MANAGER DAN PNS DI SURABAYA TERDETEKSI PENGIDAP HIV/AIDS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Manager sebuah perusahaan dan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) terdeteksi sebagai pengidap HIV/AIDS di Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita mengatakan itu kepada wartawan saat menggelar press conference di Ruang Humas Pemkot Surabaya, Rabu (03/05/2017).

Dia menambahkan, meski sejumlah lokalisasi prostitusi di Kota Surabaya telah ditutup, namun pihak Dinas Kesehatan terus melakukan monitoring terhadap penderita HIV/AIDS.

Beberapa tempat yang dijadikan lokasi monitoring penderita HIV/AIDS diantaranya, eks lokalisasi prostitusi seperti Dolly dan Tambak Sari. Selain itu, juga melakukan penyuluhan di tempat – tempat hiburan malam (THM), terminal – terminal dan pelabuhan seperti pelabuhan Tanjung Perak.

Tak hanya itu, aksi pencegahan melalui penyuluhan dan pelatihan, juga dilakukan di sekolah – sekolah dan kampus – kampus. Itu dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada siswa maupun mahasiswa untuk menghidari perilaku seks bebas. Sebab itu hanya akan merusak moralitas generasi dan sekaligus bisa terancam menjadi pengidap HIV/AIDS.

Tak hanya itu, ibu – ibu hamil pun menjadi sasaran pemeriksaan kemungkinan tertularnya penyakit yang memalukan itu. Tujuannya, jika sang ibu mengidap penyakit HIV/AIDS, maka diharapkan bayi yang dikandung terhidar dari penyakit menular itu. ‘’Bila ibunya tertular, maka kita harus mencegah agar bayi yang dikandung, terhidar dari HIV/AIDS,‘’ katanya.

Dia menambahkan, setiap orang atau oknum yang terdeteksi HIV/AIDS terus dilakukan pendampingan dan pengobatan secara continiue agar tidak tertular kepada orang lain. Selain itu, juga mengubur stigma dimasyarakat bahwa penderita HIV/AIDS itu harus dikucilkan. Padahal mereka juga membutuhkan untuk bersosialisasi diri ditengah – tengah masyarakat. ‘’Mereka tidak boleh dikucilkan,‘’ tandas Febria.

Data pengidap HIV/AIDS di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) ternyata didominasi ibu rumah tangga. Dari 923 orang pengidap HIV/AIDS, ibu rumah tangga berjumlah 234 orang selebih terdiri dari berbagai jenis profesi dan pekerjaan, mulai dari buruh bangunan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga manager sebuah perusahaan.

Febria menambahkan, dari tahun ke tahun jumlah penderita HIV/AIDS di Surabaya mengalami penurunan, meski belum terlalu signifikan. Data yang ada pada tahun 2014 penderita HIV/AIDS berjumlah 935 orang, tahun 2015 turun menjadi 933 orang dan tahun 2016 menjadi 923 orang atau turun sebanyak 10 orang. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

KATA NETIZEN TENTANG KECELAKAAN VANESA ANGLE

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kabar duka dialami Artis cantik Vanesa Angel dan