Rabu, 22 Juli 2026, 23:06
Home / NEWS / KONFLIK QATAR BISA BERDAMPAK PADA PELAKSANAAN PIALA DUNIA 2022
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Triyono Wibowo (Kiri) Saat Berbicara Pada Seminar Di Universitas Narotama Surabaya, Rabu (21/06). Sumber Foto : Nur Rizki Utomo Putri

KONFLIK QATAR BISA BERDAMPAK PADA PELAKSANAAN PIALA DUNIA 2022

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Konflik Qatar, jika terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan piala dunia 2022 mendatang, sebab Qatar sendiri ditunjuk sebagai tuan rumah, Itu terungkap dalam sebuah diskusi yang diselengarakan di Universitas Narotama Surabaya, Rabu (21/06/2017).

‘’Konflik Qatar dikhwatirkan akan berimbas pada turnamen sebak bola antar negara, sebab Qatar sendiri sebagai tuan rumah piala dunia pada 2022,‘’ tandas Triyono Wibowo, seraya menambahkan, pemutusan hubungan diplomatik negara – negara teluk terhadap Qatar, berdampak pada pemboikotan penduduk sipil Qatar.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Triyono Wibowo, dalam diskusi publik dengan tema ‘Prospek Perdamaian Negara – Negara Teluk Pasca Pemutusan Hubungan Diplomatik Dengan Negara Qatar’ di Universitas Narotama, Rabu (21/06/2017) menambahkan, isu ini amat penting untuk didiskusikan. Itu sebabnya, sebagai wujud nyata Fakultas Hukum Universitas Narotama dalam memandang isu kekinian di dunia internasional, terutama jika isu tersebut ditinjau dari segi hukum internasional dan hubungan diplomatik, maka digelarlah diskusi ini di Narotama Surabaya.

Negara teluk yang terdiri dari Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, Yaman, Libya dan Maladewa, secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni 2017, ini kata Triyono, ada beberapa faktor yang memicu terjadinya konflik diantara Qatar dan negara – negara teluk.

Secara garis besar, katanya dia, ada dua hal. Pertama, adanya tuduhan bahwa Qatar membiayai kelompok Islam radikal yang berhubungan dengan Al Qaeda. Kedua, karena negara – negara teluk tersebut menilai Qatar menunjukkan sikap yang linear dengan Iran.

“Arab Saudi menilai Qatar membiayai kelompok Islam radikal yang berhubungan dengan Al – Qaeda, kemudian mencampuri urusan dalam negeri Saudi dan UEA. Selain itu, Qatar menunjukan sikap yang linear terhadap negara Iran,” kata Wakil Tetap RI untuk PBB itu.

Pemutusan hubungan ternyata tidak hanya dilakukan secara diplomatik, tetapi juga hingga pada pengusiran terhadap semua Warga Negara Qatar yang berdomisili di tujuh negara teluk tersebut.

Langkah tersebut, kata Triyono, terlalu berlebihan, karena sebagai negara yang bertetangga negara – negara teluk tidak akan bisa lepas satu sama lain. “Seharusnya tidak sedratistis ini. Pemutusan hubungan diplomatik itu bisa diambil kalau sudah tidak ada pilihan lagi. Bahkan para diplomat dan semua Warga Negara Qatar di negara teluk diusir. Seluruh produk diembargo atau ditutup. Dampaknya secara garis besar berpengaruh pada 3F, Food, Fly, dan Foot Ball,” katanya.

Pemboikotan Qatar berpengaruh terhadap berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, dan embargo. Dari 60 – 80% penduduk Qatar, membutuhkan suplay bahan pokok dari luar negeri. 40% suplay itu dipenuhi dari daerah perbatasan. Pemboikotan terhadap Qatar, tentu akan berpengaruh terhadap stabilisasi pangan negara itu.

Selain itu, ketika negara – negara tersebut saling memblokir, juga akan berdampak pada jalur embargo. Karena akan merubah jalur distribusi, baik udara, laut, maupun darat. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …