WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kota Surabaya rupanya juga tidak mau mengesampingkan unsur budaya tradisional yang merupakan warisan dari nenek moyang. Salah satu bukti kongkrit dari perhatian terhadap unsur budaya peninggalan nenek moyang ini adalah tetap di rawatnya Patung Joko Dolog Surabaya yang ada di kawasan tengah Kota Surabaya.

Situs Patung Joko Dolog Surabaya ini berada di Jl. Gubenur Suryo Kota Surabaya. Tepatnya ada di sekitar 200 meter belakang Taman Apsari. Patung ini berada di dalam komplek yang mirip dengan taman. Lokasi ini dari kejauhan terlihat sangat teduh, dengan adanya pohon – pohon besar di dalamnya.
Di sekeliling situs Patung Joko Dolog ini terdapat pagar besi yang melingkar dan ada pintu gerbang berbentuk candi Bentar sebagai pintu masuknya. Sayangnya pintu masuk dari patung Joko Dolog Surabaya ini tidak di buka untuk sehari – hari.
- DIANGGAP TAK SESUAI SYARIAT ISLAM, NISAN RAKSASA BINTAOS AKAN DIBONGKAR
- GARA – GARA TUDINGAN SANTET, WARGA PROBOLINGGO LAKUKAN ‘SUMPAH POCONG’
- SEORANG DUKUN ILMU ‘HITAM’ DITANGKAP POLISI
- RATUSAN WARGA DOBRAK RUMAH DUKUN DI TRENGGALEK
- DISINYALIR UNTUK RITUAL ILMU SESAT, SEBUAH GUBUK DI JEMBER DIBONGKAR PAKSA
Menurut Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Surabaya, hal ini di lakukan untuk melindungi Patung Joko Dolog Surabaya itu sendiri. Karena patung Joko Dolog Surabaya adalah satu – satunya arca yang ada di Kota Pahlawan.
Patung Joko Dolog Surabaya merupakan sebuah arca Budha Mahasobya dengan bentuk raut muka yang teduh dengan tangan yang membentuk formasi bhumispar, yaitu telapak tangan kiri tertutup seolah hendak menyentuh bumi. Selain Patung Joko Dolog Surabaya, di lokasi ini juga terdapat arca – arca lain yang ukurannya lebih kecil. (Endri Soedarto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.