Sabtu, 18 April 2026, 23:58
Home / HOTNEWS / KAPOLRES MUNA DAN TIM PENGGERAK PKK DATANGI TEMPAT KOST DISABILITAS
Kapolres Muna Saat Mengunjungi Keluarga Disabilitas Tuna Netra. Sumber Foto : Humas Polres Muna

KAPOLRES MUNA DAN TIM PENGGERAK PKK DATANGI TEMPAT KOST DISABILITAS

WAGATABERITA.COM – MUNA. Mereka tinggal di kamar kost ukuran 2 x 2,5 meter. Tempat itu hanya orang – orang tertentu yang tahu, namun tiba – tiba mendadak jadi sorotan publik. Media pun beramai – ramai mempublikasikan. Kapolres Muna dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muna, juga datang langsung ke kamar kost itu.

Kamar kost itu dihuni pasangan suami isteri (Pasutri) disabilitas tunanetra, Safiudin dan Wa Harnia. Tepatnya berlamat di Jalan Gatot Subroto lorong Koperasi, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasangan ini memiliki dua orang anak, masing – masing Anisa Safnia dan Muhammad Rijal. Kedua anak mereka, saat itu, lahir dalam kondisi normal seperti anak – anak lainnya. Kendati demikian, kedua anak itu, Anisa Safnia yang berusia 3,2 tahun dan Muhammad Rijal 1,7 tahun, tanpa sebab apapun, tiba – tiba penglihatannya menjadi terganggu. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Umum Raha, kedua anak ini mengalami gangguan mata bawaan atau mengidap penyakit katarak kongenital, dokter menyarankan segera dilakukan operasi.

Mendengar vonis dokter itu, pasutri disabilitas tunanetra itu, tak dapat berbuat apa – apa, namun hanya bisa pasrah kepada Tuhan atas kondisi kehidupan yang mereka alami. Tuhan berkehendak lain, melalui ketukan hati rekan – rekan wartawan di Kabupaten Muna, kondisi mereka dapat diketahui publik, sehingga para wartawan di Muna, langsung mempublikasikan dalam sebuah pemberitan. Donasi bantuan dari berbagai pihak pun mulai berdatangan untuk memberikan bantuan agar kedua anak itu segera mendapatkan perhatian medis.

Seperti halnya Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos P Sinaga, pada Kamis (27/07) lalu, setelah mengetahui hal itu, langsung berkunjung ke kediaman Pasutri Disabilitas Tunanetra itu. Bantuan alakadarnya pun langsung di berikannya.

Bukan hanya Kapolres Muna, namun pada Sabtu (29/07/2017), sekira pukul 15 : 00 WITA, walau dalam kesibukannya yang padat memghadapi momen perayaan HUT RI yang ke – 72 di tahun 2017 ini, Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Muna, Yanti Setiawati, bersama Ketua Ikatan Bhayangkari Polres Muna, dr Nisle Purada Sihombing, Ketua Ikatan Persit Kodim 1461 Muna, Suhaeni Hamsah Idris, dan para rombongan mereka, juga mengunjungi Pasutri Disabilitas Tuna Netra itu di kediamannya.

Kunjungan tersebut, tidak sia – sia, para ibu – ibu pejabat tinggi di Muna itu atas kerja sama mereka, setelah melakukan komunikasi beberapa waktu lamanya menanyakan kondisi kedua anak itu kepada pasangan Disabilitas Tuna Netra, menyerahkan sejumlah bantuan dalam bentuk tunai kepada keluarga yang tinggal di sebuah rumah kost ukuran 2 x 2,5 meter itu.

Ibu Bupati Muna, Yanti Setiawati, Bersama Ibu Kapolres Muna, dr Nisle Purada Sihombing, Ibu Dandim 1461 Muna, Suhaeni Hamsa Idris Dan Juga Ibu Wakapolres Muna. Sumber Foto : Zainal Arifin Suyoto

Kepada wartawan Ketua Tim Penggerak PKK itu, mengatakan kunjungan itu terbilang dadakan. Namun apa yang telah menimpa kedua buah hati dari keluarga Safiudin, dirinya berjanji akan mengkordinasikan kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Muna, agar secepatnya dirujuk ke Makasaar.

“Kita juga datang bersama perwakilan ikatan Dharmakarini, serta Dharmayukti Karini. Iya,tunggu Bupati Pulang, Insya Allah nanti saya akan sampaikan kepada beliau dan mudah – mudahan dari itu ada perhatian dari Pemda Muna. Kita juga doakan semoga kedua anak ini tumbuh sehat seperti anak – anak normal lainnya karena tidak lama lagi sudah mau usia sekolah,” kata Ibu satu orang anak itu, yang terus bekerja mendampingi suaminya dalam menjalankan amanah masyarakat Muna.

Sementara itu, pasca diberitakan di media massa pada (27/07) lalu, tentang kondisi kedua buah hatinya, Safiudin mengakui sudah ada sejumlah dermawan mengulurkan tangan dengan memberikan bantuan, baik mengunjungi langsung ke tempat kostnya maupun mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadinya.

“Selain mendapat bantuan langsung dari bapak Kapolres, kamarin ada satu orang yang datang, ada juga yang hanya transfer tidak tahu dari siapa saja jelasnya nominalnya sekitar 2 juta lebih di rekening saya untuk sementara ini,” kata Safiudin.

Safiudin bersama istri berharap agar kedua buah hatinya segera dapat tertangani agar tidak mengalami nasib yang sama seperti kedua orang tuanya.(Zainal Arifin Suyoto/Halu)

Check Also

BEGINI TUJUAN BEKEEN LAW FIRM DIDIRIKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Mengerti hukum bagi setiap individu dalam bermasyarakat tentunya sangat dibutuhkan, dalam hal …