WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke – 72 ini harus dijadikan sebagai momentum dalam mewujudkan masyarakat yang adil, karena ketika keadilan terwujud maka akan tercipta kemakmuran. Keadilan, menjadi konsep utama sebab disparitas menjadi problem serius yang saat ini dialami Bangsa Indonesia.
Hal ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke – 72 Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (17/08/2017).
Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, konsep keadilan disini berarti negara memberikan akses terhadap pihak yang kecil dan lemah, agar tidak menimbulkan disparitas. Apalagi, saat ini 1 persen masyarakat Indonesia menguasai 49,7 persen kekayaan negara.

“Masalah disparitas ini harus dipikirkan secara serius, bila tidak maka akan muncul konflik sosial,” katanya sembari menambahkan bahwa persatuan akan terwujud bila ada keadilan.
Selain sebagai momen mewujudkan keadilan, peringatan kemerdekaan ini juga menjadi momentum sakral dalam proses kontemplasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta sebagai bentuk rasa terima kasih kepada para pejuang. “Setelah itu kita harus melakukan perenungan apakah jalan yang dilakukan untuk mewujudkan adil dan makmur sudah ditemukan,” ujar Pakde Karwo.
Terkait tema HUT RI ke 72 yakni “Indonesia Kerja Bersama”, menurut Pakde Karwo memiliki makna bahwa dengan bersama – sama mulai dari corporate hingga negara semakin bersinergi. Disamping itu, tema tersebut sebenarnya merupakan bentuk penguatan agar semua pihak semakin bersama dan bersatu jelang pemilihan presiden/pilpres dan pemilihan kepala daerah/pilkada serentak.
“Bersama atau bersinergi ini bisa diwujudkan melalui gotong royong, khususnya jelang pilpres dan pilkada serentak yang melibatkan seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikan, Pakde Karwo berharap kasus dan cara pandang masalah politik yang terjadi di Jakarta tidak terjadi di Jatim. Saat ini fokusnya agar jangan sampai pikiran kepala negara atau presiden sampai mempengaruhi pemilihan Gubernur. Hal ini penting dilakukan supaya politisasinya tidak menjadi sangat berat.
“Meskipun ada hal – hal yang perlu kita waspadai, tapi saya yakin rakyat Jatim sudah dewasa. Masyarakat Jatim akan melihat masa lalu, masa kini dan masa depannya seperti apa. Sehingga kejadian seperti di daerah lain tidak akan terjadi di Jatim,” harapnya.
Pakde Karwo menambahkan, beberapa kali telah melakukan pengecekan lapangan bersama forkopimda dan BIN terkait kesiapan pilkada, dan kondisinya masih sangat rasional. Yang perlu diperhatikan hanya wilayah Madura, karena kejadian pilkades beberapa waktu lalu sudah rawan. “Oleh sebab itu sejak awal saya ingin mengajak forkopimda untuk muter untuk melakukan silaturahim ke kyai dan ulama,” terangnya.
Di akhir, Pakde Karwo berpesan bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika terjalin silaturahim yang baik. Oleh sebab itu, para pemimpin harus sering bersilaturahim dengan para ulama. “Saat ini hubungan seperti inilah yang harus diisi, sehingga tercipta hubungan yang egaliter atau lebih bersifat fungsional,” pungkasnya.
(Endri Soedarto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.