Kamis, 9 Juli 2026, 15:36
Home / NEWS / PARODI CERITA RAKYAT MUNA MERIAHKAN HUT RI DI DAERAH PENGHASIL JATI
Bupati Muna Saat Menabur Bunga Salah Satu Makam Pahlawan Di Taman Makam Pahlawan Watoputeh Kabupaten Muna Prov Sultra. Sumber Foto: Zainal Arifin Suyoto

PARODI CERITA RAKYAT MUNA MERIAHKAN HUT RI DI DAERAH PENGHASIL JATI

WAGATABERITA.COM – MUNA. Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 digelar di Alun – alun Kota Raha. Detik – detik proklamasi yang jatuh pada 17 Agustus 2017 ini berlangsung khikmad. Bupati Muna LM. Rusman Emba berdiri sebagai inspektur upacara. Terik matahari yang menempel diwajah tak menyurutkan niat peserta upacara untuk mengikuti kegiatan sekali setahun tersebut.

Upacara tak lepas dari pasukan pengibar bendera atau paskibra. Mereka dilatih selama kurang lebih sebulan lamanya. Hasilnya sangat menggembirakan. Bendera merah putih berhasil dibentangkan dan dikibarkan. Pasukan pengibar bendera mempertontonkan sebuah karya gerak yang kompak hingga membawa sang merah putih berkibar diatas tiang bendera.

Paskibra ini terdiri dari pasukan 17, pasukan 8 dan pasukan 45. Iptu Syarifudin yang juga Kapolsek Kawasan Pelabuhan Raha dipercayakan sebagai komandan pasukan. Sementara pembawa baki berada ditangan Mega Rahmawati Maulana utusan dari SMA Negeri 1 Raha, putri dari pasangan H. Maulana dan Hj. Martini Amin. Dibelakangnya sebagai cadangan yakni Anggun Catur Sakti dari SMA 2 Raha. Dia adalah putri La Halisi dan Nur Aeni.

Bupati LM Rusman Emba Dan Wakil Bupati Muna ABD Malik Ditu Bersama Forkompida Muna Menghadiri Upacara Di Taman Makam Pahlawan Watoputeh. Sumber Foto : Zainal Arifin Suyoto

Mereka yang betugas ditiang bendera merupakan urat nadi pasukan. Jika melakukan kesalahan akibatnya tentu tidak baik. Tapi tiga pasukan penggerek dan pembentang berhasil melakukan tugasnya dengan sempurna. Mereka adalah Muhammad Teguh Parawangsa dari SMA 2 Raha sebagai penggerek bendera dan Muhammad Harry Ashari dari SMA 1 Raha dipercaya untuk membentangkan bendera. Komandan dari mereka berdua adalahh Haerul dari SMAN 1 Muna.

Kehebatan Paskibra ini tak lepas olahan tangan tim pelatih. Mereka adalah Polres Muna, Kodim 1416 Muna dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Muna dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Muna.

Usai upacara dilaksanakan, parodi dari cerita rakyat muna digelar. Isi ceritanya kurang lebih sebagai berikut. Pada zaman dahulu kala ketika belanda masih menjajah di Muna, seorang pemuda tanggung bernama La Raga dengan gelar Manu Lesi memperjuangkan kemerdekaan. Perjuangannya mengusir penjajah tidak berjalan mulus, La Raga diserang fitnah karena membantu belanda melawan bangsanya sendiri.

La Raga mendengar isu itu tidak tinggal diam. Pemuda ini mencari siapa penyebar fitnah ini. Dalam pencariannya La Raga diperhadapkan dengan para pejuang kemerdekaan lainnya. Ternyata fitnah ini sudah menyebar di seluruh kampung. Ketakutan La Raga hanya satu. Jangan sampai fitnah sampai ditelinga Wa Ria, seorang wanita yang menjadi pujaan hatinya.

Upacara dan parodi, Wakil Bupati beserta rombongan bergeser menuju Taman Makam Pahlawan Watopute. Kegiatan selanjutnya ini merupakan ziarah makam dan tabur bunga untuk menghargai jasa para pahlawan. Upacara ziarah dipimpin Wakil Ketua DPRD Muna Arwin Kadaka. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)

Check Also

AKAN MENDARAT PESAWAT LION AIR MALAH BALIK BANDARA KEBERANGKATAN INI SEBABNYA

WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Penerbangan pesawat Lion Air keberangkatan dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar tujuan bandara …