WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang bagus, sudah dapat dipastikan, juga memiliki moralitas yang baik pula. Itu termasuk para guru atau tenaga pengajar.
Itu dikemukakan Rektor Univesitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Warsono saat tampil sebagai pembicara pada Seminar Internasional di Pascasarjana, Unesa Sabtu (04/11/2017).
- NETTA VANIA PRESTASI PEJUANG BIDIKMISI UKWMS
- PAKDE KARWO DAN GUS IPUL HADIRI PENGANUGERAHAN DOKTOR HONORIS CAUSA ABDUL MUHAIMIN ISKANDAR
- MUHAIMIN ISKANDAR RESMI SANDANG GELAR DOKTOR HONORIS CAUSA DARI UNAIR SURABAYA
- ANIES BASWEDAN : PANTAS ABDULKADIR BARAJA TERIMA PENGHARGAAN DOKTOR KEHORMATAN
- MENTERI PERINDUSTRIAN BERI KULIAH UMUM DI ITS
Warsono mencontohkan pada tanaman padi. Semakin berisi padi akan semakin merunduk.
Padi berisi oleh Warsono, mengibaratkan sebagai ilmu pengetahuan, sedangkan merunduk sebagai moralitas.
Seminar yang belangsung satu hari ini diikuti mahasiswa Pascasarjana dan sejumlah guru di Jawa Timur.

Kepada para pendidik atau guru, Warsono berpesan, harus berubah cara berpikirnya. Dari sebelumnya lebih banyak mendefenisikan atau mendeskripsikan suatu ilmu pengetahuan, sekarang ini, sudah saatnya mengubah cara mengajarnya dengan lebih banyak bertanya kepada siswa mengenai sebuah permasalahan yang akan dibahas. Karena itu, guru harus kreatif dan inovatif, tetapi juga kritis, tandas Warsono.
Sementara itu, Sri Sukartiningsih, salah seorang peserta seminar dan juga guru Madrasyah Aliyah dari Probolinggo, Jatim mengatakan, kegiatan seminar semacam ini, cukup bagus. “Ini luar biasa. Kami sebagai guru banyak mendapatkan ilmu, terutama untuk menigkatkan kreativitas guru dalam mengajar,” tandas Sri Sukartiningsih yang mengaku baru pertama kali mengikuti seminar internasional.
Seminar ini, selain menampilkan Warsito sebagai pemateri, juga sejumlah ahli dan pengajar dari Korea, Malaysia dan Jepang. (Haludin Ma’waledha)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.