Kamis, 13 Desember 2018, 22:52
Home / NEWS / DANDIM 0806 TRENGGALEK, TERIMA TONTING YUDHA WASTU PRAMUKA JAYA
Serah terima Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

DANDIM 0806 TRENGGALEK, TERIMA TONTING YUDHA WASTU PRAMUKA JAYA

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Dalam rangka Hari Juang Kartika ke 69 Tahun 2017, anggota TNI AD gelar long march peleton beranting (tonting) dari Ngawi ke Kediri. Saat melintas di Kota Tempe Kripik, Komandan Kodim (Dandim) 0806 Trenggalek melakukan serah terima longsor march tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya tahun 2017 dari peleton ke VII Yonif 511 kepada peleton VIII Yonif 509 di Lapangan sepak bola Desa Sukorame Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek.

Setelah beristirahat dan serah terima dilaksanakan, selanjutnya tonting ini akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Tulungagung menuju Estape IX dengan berjalan kaki.

Dikonfirmasi terkait serah terima tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya di Trenggalek ini, Dandim 0806 Trenggalek mengatakan bahwa kegiatan longsor march ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika ke 69 tahun 2017. “Salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari Juang Kartika ke 69 ini adalah dengan melakukan long march yang mengambil start di Ngawi dan finish di Kediri,” ucap Letkol Infantri Dodik Novianto, Senin (18/12/2017).

Ditambahkan Dodik, setelah beristirahat di Trenggalek, perjalanan yang akan di tempuh tonting ini adalah ke Kabupaten Tulungagung. Yang kemudian dilanjutkan hingga ke garis finish di simpang lima Gumul Kabupaten Kediri.

Long march tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya ini akan dilakukan secara estafet. Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika tahun 2017.

Sedikitnya ada sekitar 10 toning yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dan untuk anggotanya terdiri dari 34 orang setiap peleton.

“Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya Korps Infantri untuk mengasah kemampuan dan profesionalisme prajurit. Selain itu juga bertujuan untuk memelihara kemampuan mobilitas jalan kaki dan meningkatkan kondisi fisik prajurit serta meningkatkan nilai keuangan dan memupuk jiwa korsa,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dodik mengungkapkan tujuan dari diadakannya peleton beranting adalah untuk kemanunggalan TNI rakyat serta meningkatkan kemampuan prajurit dan disiplin prajurit. Bahkan dalam kegiatan ini diikuti dari segala elemen masyarakat, hal ini dapat diartikan sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Moment semacam ini dilakukan guna menanamkan semangat juang bagi penerus TNI AD khususnya Infanteri. Bahwa setiap hari Infanteri akan selalu diperingati dengan giat Peleton beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya untuk menyatukan dengan rakyat.

“Semakin mantapnya kemanunggalan TNI dengan rakyat karena giat ini juga diikuti berbagai lapisan masyarakat dan ormas serta perguruan beladiri yang bertujuan demi keutuhan NKRI,” pungkas Dodik. (Ayu Mila Sari)

Check Also

PEMKOT PROBOLINGGO SABET ANUGERAH KEPATUHAN 2018

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO, Kota Probolinggo tak henti-hentinya, mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Kali ini Kota Bayuangga berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *