Selasa, 23 Oktober 2018, 7:50
Home / NEWS / “SEJAM HUJAN” KOTA RAHA DAN WATOPUTEH BANJIR, RUMAH WARGA TENGGELAM KARENA DRAENASE BURUK
Banjir Di Wilayah Kota Raha Kelurahan Raha II Jalan Sangia Kaendea hingga Puluhan Rumah Di Genangi Banjir Yang Meluap Dari Kali.

“SEJAM HUJAN” KOTA RAHA DAN WATOPUTEH BANJIR, RUMAH WARGA TENGGELAM KARENA DRAENASE BURUK

WAGATABERITA.COM – MUNA. Hari ini Sabtu (07/04/2018), sekira pukul 12 : 30 hingga pukul 14 : 00 WITA, hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Muna. Dua wilayah yakni di Kota Raha Jalan Sangia Kaendea Kelurahan Raha II dan Desa Labaha Kecamatan Watoputeh akibat guyuran hujan lebat itu, rumah rumah warga di genangi banjir.

Di duga akibat draenase yang buruk dan saluran kali yang tidak baik, banjir pun meluap hingga kepelataran jalan dengan ketinggian air mencapai 30 cm hingga menenggelamkan lantai rumah warga sekira puluhan rumah di jalan sangia kaendea. Begitu pula banjir yang meluap di Desa Labaha juga di genangi air yang juga di duga akibat draenase yang buruk.

Salah seorang warga Jalan Kaendea, La Ali yang ditemui wagataberita.com mengatakan jika kejadian yang mereka alami hari ini tidak disangka – sangka kalau luapan air di kali karena hujan hari ini meluap sampai masuk membanjiri rumah mereka.

“Airnya naik kira – kira sampai di pinggang. Sekitar puluhan rumah habis di banjiri. Itu kita habis membersihkan rumah kami. Ini juga karena draenasenya sudah harus di perbaiki. Mau membuang di mana airnya kalau sudah sempit,” katanya saat di temui di kediamannya, usai hujan reda.

Hal serupa dikatakan Asgar Arianto Arifin yang juga anak dari salah seorang warga jalan sangia kaendea bahwa untuk kaendea masalahnya tetap sama sejak dulu – dulunya, air itu tertahan di ujung jalan yang di akibatkan oleh parit yang buruk.

“Solusinya, jika pemerintah daerah membuat parit yang membelah jalan antara alun – alun dan jalan kaende itu lebih baik. Sehingga ketika hujan datang air itu langsung terbuang ke laut,” ucapanya.

Dikatakannya lagi bahwa setiap hujan turun, pasti banjir dan masalah tetap sama. Dan normalisasi kali yang telah dilaksanakan sebelumnya, justru tambah menjadi pemicu terjadinya banjir. “Itu terjadi pendangkalan, terlalu dibuat berkelok – kelok dan badan kali pun mulai menyempit.”

Namun menurut Asgar, yang juga adalah seorang guru karateka di Muna itu dirinya berpendapat bahwa persoalan yang terjadi hari ini dan sebelum – sebelumnya, semua kembalikan kepada kesadaran diri kita masing – masing. Apakah kita sudah melestarikan alam ini, sudahkah kita menjaga saluran kali yang baik dan membuang sampah pada tempatnya.?

Akibat Gorong – Gorong Dueker Yang Tertutup Dan Draenase Yang Buruk, Beberapa Rumah Warga Di Desa Labaha Kecamatan Watoputeh Juga Di Genangi Banjir.

“Saya berharap cukuplah persoalan banjir ini terjadi sampai diwaktu ini. Marilah untuk saling menjaga, saling menghargai dan bekerja sama untuk menjaga kelestarian alam bersama. Terkhusus buat saudara saudari saya yang berada di wilayah saluran kali kaendea. Untuk bersama – sama menjaga kelestarian dan kebersihan saluran kali. Kasihan orang tua kami yang setiap hujan mesti bersiap siap jangan sampai terjadi banjir lagi,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang warga Desa Labaha Ode Angki nama sapaan seharinya, terkait banjir yang terjadi di desanya, dirinya berharap kepada wakil rakyat dalam hal ini Anggota DPRD Muna yang ada di wilayahnya untuk bisa menyampaikan apa yang menjadi aspirasi mereka kepemerintah.

“Saya berharap kepada anggota DPRD, untuk bisa menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah. Seperti banjir hari ini sampai sampai menggenangi rumah warga. Ini di karenakan draenase yang buruk dan gorong – gorong di deker yang tertutup,” asahnya.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Muna sekira satu jam lamanya, yang berhasil dihimpun oleh wagataberita.com, terjadi di dua wilayah berbeda di Muna. Satu wilayah di Kota Raha Kecamatan Katobu dan satu wilayahnya lagi di Kecamatan Waoputeh. Kedua wilayah itu diguyur hujan lebat hingga rumah – rumah warga di genangi banjir akibat draenase yang buruk. (Zainal Arifin Suyoto)

Check Also

TAK NGOPI, CAK YUHAS JUGA INGIN MENGERTI KOPI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Itulah bila menjadi seorang Politikus, mereka harus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *