Selasa, 23 Oktober 2018, 9:12
Home / NEWS / LONGSOR, GARASI RUMAH AMBLAS, 1 SEPEDA MOTOR TERTIMBUN

LONGSOR, GARASI RUMAH AMBLAS, 1 SEPEDA MOTOR TERTIMBUN

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Sebuah garasi milik salah satu warga di Desa Gamping Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek amalan dihantam longsoran tebing setinggi lebih 5 meter. Akibatnya,1 unit sepeda motor yang ada didalamnya tertimbun material longsor. Beruntung saja, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

Diketahui, bencana longsor ini terjadi di jalan utama Trenggalek – Pule, yang menimpa bangunan garasi milik Sukarianto. Dikatakan Sukar sapaan akrabnya, dirinya tidak merasakan adanya tanda – tanda akan terjadi longsor.

“Kalau tanda –  tanda akan longsor memang tidak saya ketahui sebelumnya. Bahkan seperti tanah retak atau pergerakan tanah juga tidak dirasakan. Hanya saja, anak saya yang saat itu berada didalam rumah mendengar suara gemuruh,” ucapnya, Kamis (03/05/2018).

Peristiwa bencana longsor ini memang terjadi begitu saja tanpa sebab. Dalam beberapa hari pun, kawasan tersebut sama sekali tidak turun hujan.

Diakui Sukar, mendengar suara bergemuruh tersebut, anak korban langsung keluar dan melihat tebing disamping toko bergerak perlahan dan ambrol. Akibatnya, material longsor pun menimpa bangunan garasi rumah dan menimbun 1 unit sepeda motor Honda Beat yang ada didalamnya.

“Didalam garasi ini ada 1 unit sepeda motor Honda Beat yang tertimbun dan tidak bisa diselamatkan. Tapi alhamdulillah, 2 mobil yang biasanya di parkir di garasi tersebut sedang dipakai bekerja,” ucap Sukar penuh syukur.

Sementara Kepala Desa Gamping Asrofi, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun saat ini sejumlah warga dibantu Tagana, TNI dan Polri bergotong – royong membersihkan material longsor.

“Pasca terjadi longsor, material longsoran sempat berserakan di badan jalan, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Hanya saja, berkat bantuan dari tim dan masyarakat setempat proses pembersihan material bisa segera dilakukan dan arus lalulintas bisa balik normal,” terang Asrofi.

Diduga kejadian longsor terjadi akibat konstruksi penahan tebing tidak terlalu kuat. Selain itu longsor juga dipicu pecahnya saluran pipa yang ada di belakang garasi, sehingga membuat tanah menjadi labil. (Ayu Mila Sari)

Check Also

TAK NGOPI, CAK YUHAS JUGA INGIN MENGERTI KOPI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Itulah bila menjadi seorang Politikus, mereka harus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *