Selasa, 23 Oktober 2018, 8:48
Home / NEWS / TINGKAT KEMISKINAN TINGGI, PAKDE KARWO MINTA BUPATI MAGETAN KEMBANGKAN INDUSTRI PERTANIAN PASCA PANEN

TINGKAT KEMISKINAN TINGGI, PAKDE KARWO MINTA BUPATI MAGETAN KEMBANGKAN INDUSTRI PERTANIAN PASCA PANEN

WAGATABERITA.COM – MAGETAN. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menghadiri acara serah terima jabatan (Sertijab) Bupati Magetan masa jabatan 2018 – 2023 dalam agenda Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Magetan Tahun 2018 di Gedung DPRD Kabupateb Magetan, Rabu (26/09/2018).

Dikesempatan ini Pakde Karwo panggilan lekat nya meminta Bupati Magetan terpilih periode kepemimpinan Tahun 2018 – 2023, Dr. Drs. Suprawoto SH, M.Si untuk fokus membangun sektor pertanian di wilayahnya. Ini karena sektor tersebut memiliki kontribusi sangat besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Magetan 2017, yakni mencapai 32,07 %.

“Ini artinya 32,07 persen masyarakat Magetan hidup dari pertanian, jadi jika ingin masyarakatnya makmur, ya harus mengurus pertanian,” tegasnya.

Pakde Karwo mengatakan juga, mengurus sektor pertanian ini juga sangat vital. Sebab berdasarkan data BPS per Maret 2017, tingkat kemiskinan di Kabupaten Magetan masih mencapai 10,48 %, dimana kemiskinan tertinggi berada di pedesaan. Di desa, pekerjaan utama masyarakat Magetan bekerja sebagai petani.

Salah satu upaya memajukan pertanian, lanjut Gubernur kelahiran Madiun ini, adalah dengan mendorong pengembangan industri primer atau industri pasca panen. Dengan begitu, para petani akan memperoleh peningkatan nilai tambah terhadap produknya. Pengembangan industri pasca panen ini juga harus didukung skema pembiayaan murah bagi petani.

“Dengan adanya industri primer, maka petani tidak lagi menjual gabah kering panen, tapi minimal bisa menjual gabah kering giling, bahkan jika bisa petani menjual beras. Kemudian Bupati harus bisa memberikan skema pembiayaan murah di pertanian yang pro terhadap petani,” lanjutnya.

Jika sektor pertanian maju, imbuh orang nomor satu di Jatim ini, maka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Magetan juga akan ikut berkurang. Berdasarkan data BPS Tahun 2017, TPT di Kabupaten Magetan berada di angka 3,80 %. Dimana sebagian besar TPT Kabupaten Magetan berada di pedesaan.

“Jadi Bupati harus peduli terhadap on farm ke off farm pertanian, ini akan menyerap para pengangguran tersebut. Sebab proses industrinya ada di petani. Apalagi, 32,07 % masyarakat Magetan hidup di pertanian,” imbuhnya.

Pakde Karwo juga berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Magetan periode 2008 – 2018, Sumantri dan Samsi atas jasa dan kontribusinya terhadap pembangunan di Magetan. Pakde menilai, kinerja keduanya sudah sangat baik, contohnya pada Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Magetan mencapai 5,09 %, GINI Ratio mencapai 0,39 %, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan mencapai 72,60. (Red)

Check Also

TAK NGOPI, CAK YUHAS JUGA INGIN MENGERTI KOPI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Itulah bila menjadi seorang Politikus, mereka harus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *