WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO, Pemerintah Kota Probolinggo terus menggenjot pembuatan Instalasi Pembuang Air Limbah (Ipal) komunal, sebagai langkah preventif mencegah stunting, Kamis (10/01/2019).
‘Stunting’ merupakan sanitasi buruk di suatu daerah, dimana berpotensi menyebabkan tumbuh-kembang anak-anak mengerdil.
Sebagai informasi, secara umum sanitasi di Indonesia masih terburuk di dunia yakni, berada diurutan ke dua setelah India. Trend stunting pun, terjadi di sejumlah daerah termasuk Kota Probolinggo.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo, Amin Fredy mengatakan, populasi penduduk di Indonesia terus meningkat. Permukiman terus berkembang dan semakin padat.
Akan tetapi, peningkatan populasi tidak diimbangi dengan penyediaan akses sanitasi yang layak pada permukiman tersebut. Salah satu penyebab stunting adalah sanitasi yang kurang baik, dimana bakteri dari air tinja mengkontaminasi air bawah tanah.
“Melalui pembangunan Ipal komunal berbasis masyarakat, diharapkan bisa mencegah stunting,” ujar Amin.
Sejak tahun 2017 Dinas PUPR telah membangun 6 Ipal komunal yang melayani total 354 KK. Terinci, satu Ipal komunal dari Sanimas APBN di Kelurahan Pakistaji untuk 55 KK, lima Ipal komunal dari Sanimas DAK untuk 299 KK di Kelurahan Kademangan (54 KK), Pilang (64 KK), Kedunggaleng (61 KK), Jati (50 KK) dan Sumbertaman (70 KK).
Dan Tahun 2018, Dinas PUPR Kota Probolinggo kembali membangun 8 paket Ipal komunal, yang mencakup 533 KK. Sebanyak 5 paket memakai DAK dan 3 paket dari DAU. Masing-masing paket senilai Rp 400 juta.
Wali Kota Probolinggo, Rukmini menyebutkan, sebagian besar rumah warga sudah memiliki septictank. Akan tetapi tidak dapat dipastikan, berapa persen septictank benar-benar kedap dan tidak bocor.
Di samping itu masih sedikit masyarakat yang sadar bahwa septictank harus dilakukan sedot lumpur tinja secara berkala. Setidaknya, tiga tahun sekali.
“Dengan Ipal komunal, seluruh air limbah dari rumah yang tersambung akan diolah di Ipal, baik itu air limbah WC, dapur, maupun kamar mandi. harapannya lingkungan bersih dan sehat, got menjadi bersih karena hanya dialiri air hujan,” kata walikota.
Kedepan Rukmini berharap, air tanah di Kota Probolinggo akan membaik, karena tidak ada lagi air limbah yang diresapkan ke tanah. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.