Sabtu, 19 Oktober 2019, 20:23
Home / NEWS / INI CURHAT MBR TENTANG BEDAH RUMAHNYA YANG TAK KUNJUNG SELESAI
Hunian Program BSPS Kelurahan Watonea Kecamatan Katobu Muna Sultra,tidak sesuai data KemenPUPRRI tahun Anggaran 2018.

INI CURHAT MBR TENTANG BEDAH RUMAHNYA YANG TAK KUNJUNG SELESAI

WAGATABERITA.COM – MUNA. Bukti nyata hadirnya Pemerintah pusat dalam membantu masyarakat kurang mampu terus diwujudkan salah satunya penyediaan rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Salah satunya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU – PR) yang terus menggenjot mengurangi rumah tidak layak huni, hingga keseluruh pelosok Nusantara.

Hal itu dibuktikan demi berkekuatan hukum dan berkualitasnya BSPS Kemen PU – PR RI menerbitkan Surat Keputusan No. 158 tahun 2019, dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 4,28 Triliun untuk Tahun 2019 diseluruh wilayah Indonesia.

Sehingga data dari Kemen PU – PR RI, Sejak 2015 hingga 2018, program BSPS itu telah menyelesaikan rumah layak tidak huni menjadi rumah layak huni sebanyak 494.169 unit.

Tetapi program Pemerintah pusat bagi MBR sepertinya hanyalah hayalan belaka bagi warga di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara, pasalnya program BSPS atau Bantuan bedah rumah di duga pembangunannya banyak tidak terselesaikan dan tidak sesuai dengan acuan Kemen PU – PR RI.

Program rumah layak huni Kemen PU – PR RI yang dikelola di daerah kenyataannya di lapangan rumah tidak layak huni tak menjadi rumah layak huni malah menjadi semakin tak layak huni karena anggarannya diduga dikriminalisasi. Dalam hal pengelolaan Dinas Perumahan dan Permukiman Muna memberikan program kerja BSPS kepada pihak ketiga atau kontraktor.

Salah satu contoh yakni bantuan bedah rumah yang terjadi di Kecamatan Katobu Kabupaten Muna yang dikerjakan pihak ketiga atau Kontraktor dengan regulasi jelas per MBR sebesar Rp 15 juta malah diduga menerima nilai sebesar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per MBR yang di nilai dari bahan setelah dinominalkan.

Tidak sesuainya nominal bahan yang diterima oleh penerima BSPS itu, terungkap ketika wagataberita.com melakukan penelusuran pada beberapa MBR di salah satu Kelurahan di Kecamatan Katobu Kabupaten Muna iitu, yakni di Kelurahan Watonea.

Hunian Program BSPS Kelurahan Watonea Kecamatan Katobu Muna Sultra,tidak sesuai data KemenPUPRRI tahun Anggaran 2018.

Fajar dan La Uda yang ditemui di masing – masing kediamannya, pada Kamis (04/07/2019) warga Watonea itu mengatakan bahwa rumah mereka tidak selesai dibangun, dikarenakan bahannya tidak cukup.

“Kalau kita hitung, angka hanya sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Itu kalau kita hitung harga bahan yang ada saat ini,” ungkap Fajar, seraya mengatakan, sampai sekarang rumahku tidak kelar – kelar.

Begitupun yang diungkapkan La Uda, jika bahan yang di bawakan seperti kayunya itu sudah lapuk – lapuk dan hasilnya rumah tidak selesai pembangunannya.

Saat akan di konfirmasi di Kantornya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Muna, Ataludin Kamis (04/07) sekira pukul 10 : 00 WITA, dikatakan tidak berada ditempat, “Tidak ada Pak Kadis. Belum masuk Pak Kadis,” kata beberapa stafnya. (ZAS)

Check Also

WAGATABERITA.COM – SUMEDANG. Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumedang