Minggu, 22 September 2019, 6:40
Home / NEWS / REDAM PENGGUNA NARKOBA JADI LEBIH SENIOR KEPALA BNNP SETUJU JATIM MILIKI RS REHABILITASI
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Drs Bambang Priyambadha S.H, M.Hum.

REDAM PENGGUNA NARKOBA JADI LEBIH SENIOR KEPALA BNNP SETUJU JATIM MILIKI RS REHABILITASI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gerakan anti narkoba terus digaungkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim yang saat ini kepalai oleh Brigjen Pol Drs Bambang Priyambadha S.H, M.Hum.

Dengan berkoraborasi bersama Generasi Peduli Anti Narkoba yang diketuai Zahrul Azhar Atau akrab disapa Gus Hans kegiatan kali ini diselenggarakan bersama para pemuda, pelajar juga para aktivis yang diselenggarakan di Grand City Mall Surabaya Sabtu (17/08/2019) tepat di Hari jadi kemerdekaan Indonesia ke – 74.

Bambang sapaan akrab kepala BNNP Jatim yang baru – baru ini mengungkap kasus peredaran narkotika sebanyak 25 kg asal malaysia ini menjelaskan dirinya sangat setuju apabila di Jatim segera dibangun Rumah sakit Rehabilitasi bagi pengguna narkotika seperti apa yang disampaikan Gus Hans.

“Karena proses peradilan bagi pengguna narkotika yang tertangkap akan di Berita Acarakan oleh Kepolisian dan melakukan asestment apabila telah dipastikan pengguna akan di rekomendasikan untuk rehabilitasi, masalahnya kepolisian tidak dapat langsung mengajukan Rehabilitasi prosedur hukumnya harus melalui putusan pengadilan, setelah menerima putusan rehabilitasi oleh kepolisian tidak dapat di masukan RS rehab karena fasilitasnya tidak ada sehingga tetap saja dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan,” jelas Bambang yang pernah menjabat Kepala BNNP Sultra.

Bambang menambahkan apabila pengguna narkotika masuk kedalam Lapas bila selesai menjalani masa tahanan biasanya berakibat semakin pintar, “kalau keluar Lapas bisa jadi semakin parah karena lapas banyak senior – senior nya sehingga yang tidak faham menjadi faham,” terangnya.

Penampilan Penyanyi penggiat anti narkoba.

Sehingga Bambang berharap, “kalau Jatim punya rumah sakit rehabilitasi, para pengguna kecil bisa di rehab sehingga bisa meredam mereka semakin pintar, informasi yang kita ketahui di Jatim narapidana terkait narkoba mungkin mencapai 60% dibanding napi kasus lainnya,” kata Bambang.

Menanggapi penyelewengan aparat, dijelaskan Bambang “peratuan hukum di Indonesia masih sendiri – sendiri baik dari kejaksaan terhadap Kepolisian juga BNN kita masih jalan sendiri – sendiri belum singkron sehingga dari sini lah penyelewengan bisa dilakukan oknum – oknum penegak hukum untuk memeras dan lain – lain,” ungkapnya.

Untuk informasi para pengguna narkoba dihimbau agar tidak lagi menggunakan narkotika dan datanglah ke BNN untuk berobat, hukum pidananya tidak dikenakan bila dengan sukarela.datang ke BNN untuk berobat dan tidak dikenakan biaya alias GRATIS. (Juliman)

Check Also

KEBAKARAN DI LOKASI INI BUAT PMK HARUS DATANG DUA KALI PADAMKAN API

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kebakaran terjadi pada sebuah kedai makan Jl. Medokan Ayu Rungkut Surabaya pagi …