Jumat, 14 Agustus 2020, 15:26
Home / NEWS / HUKUM / BANYAK BAWAHAN KENA OTT APA PIMPINAN KEJATI DKI HARUS BERTANGGUNG JAWAB
Tim Kejaksaan

BANYAK BAWAHAN KENA OTT APA PIMPINAN KEJATI DKI HARUS BERTANGGUNG JAWAB

WAGATABERITA.COM – JAWA BARAT. Tim pengamanan sumber daya organisasi (Tim Pam SDO) melakukan operasi tangkap tangan atas dugaan pemerasan dua Jaksa pada Kejati DKI yakni Yuniar Reza Muhammad (YRM) dan Firsto Yan Presanto (FYP) menjadi perhatian masyarakat luas, Kamis (05/12/2019).

Ketua Komisi Kejaksaan RI (KKRI) Barita Simanjuntak mengapresiasi pernyataan Jaksa Agung dan menekankan ketegasan Burhanuddin merupakan reaksi positif untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Kejaksaan sesuai keinginan Presiden Joko Widodo para penegak hukum agar menjalankan tugas dengan baik dan tidak menggigit orang yang benar dan tidak pura – pura salah gigit.

Saat ditemui disela – sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan RI yang berlangsung sejak tanggal 3 – 6 Desember 2019 Barita mengatakan, “(langkah Burhanuddin ini) memulihkan publik trust terhadap kejaksaan agar tetap bagus,” katanya.

Pernyataan Jaksa Agung Burhanuddin dianggap menguatkan kebijakan Kejaksaan kedepan dalam membangun Sumber Daya Manusia yang unggul sehingga diperintahkan jajaran memperkuat sistem pengawasan melekat (Waskat), “tentang waskat, saya kira statement Jaksa Agung bagus itu, saya kira itu sesuatu yang ditunggu – tunggu harapan publik selama ini dan dijawab dengan respon tegas, saya kira Komisi Kejaksaan memberi dukungan supaya bagus dan benar Kejaksaan,” ujarnya.

Mengenai perkara OTT Tim SDO Kejaksaan terhadap dua oknum Jaksa Kejati DKI hingga saat ini tengah ditangani, “tentunya karena sudah ditangani (kasus YRM dan FYR), ya kita mengikuti dan memonitoring prosesnya, kan sudah ditangani, dan kita pastikan juga (Waskat) itu dilakukan dengan benar dan baik,” terang Barita.

Tim Kejaksaan.

Tertangkapnya Jaksa YRM yang menjabat Kasie Penyidikan Pidsus Kejati DKI dan FYP sebagai Kasubsi Tipikor dan TPPU Kejati DKI yang dipimpin Warih Sadono selaku Kepala Kejati DKI yang pada tahun 2019 pernah juga dilakukan OTT pada bawahannya Agus Winoto yang saat itu menjabat Asisten Pidana Umum Kejati DKI dalam perkara dugaan suap Rp 200 juta terkait penanganan perkara investasi Rp.11 miliar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang masih dalam proses hingga saat ini.

Selain itu 3 anak buah Agus Winoto juga di proses oleh Jaksa penyidik bidang Pidsus Gedung Bundar Kejagung yakni Yuniar Sinar Pamungkas bekas Kepala Seksi Keamanan Negara dan Ketertiban Umum pada Tindak Pidana Umum, kemudian Yadi Hedianto, bekas Kepala Subseksi Penuntutan dan Arih Wira Euranta Ginting, bekas Ketua Tim Jaksa Penuntut.

Walau berulang kali OTT terjadi di lingkungan Kejati DKI, namun waskat Kejagung belum mengarah ke Pimpinan tertingginya, apakah waskat Kejagung akan mengarah ke Pimpinan Kejati DKI seperti perintah Jaksa Agung Burhanuddin dalam Rakernas Kejaksaan RI. (Red/*)

Check Also

DIRUMAH SAJA KARENA COVID RIZKY FEBIAN CIPTAKAN LAGU CUEK TENTANG CERITA CINTA SUATU HUBUNGAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kesuksesan Rizky Febian sebenarnya telah dirasakan