Jumat, 5 Juni 2020, 8:51
Home / NEWS / INI WUJUD LARANGAN MUDIK BUKAN KENDARAAN JATIM TAK BISA MASUK HARUS PUTAR BALIK KE DAERAH ASAL
Gubernur Khofifah Monitor Check Point Masuk ke Jatim di Tol Ngawi.

INI WUJUD LARANGAN MUDIK BUKAN KENDARAAN JATIM TAK BISA MASUK HARUS PUTAR BALIK KE DAERAH ASAL

WAGATABERITA.COM – NGAWI. Dalam upaya mencegah gelombang mudik dari kawasan zona merah covid – 19 dari luar kawasan Jawa Timur Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah meminta 1.170 kendaraan yang akan masuk ke Jatim untuk berputar kembali sejak 24 April hingga Minggu (26/04/2020) di delapan titik chek point.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah bahkan melakukan peninjau Check Point Tol Ngawi yang paling banyak dijadikan akses strategis pemudik masuk ke Jatim untuk melakukan screening para pemudik.

Dengan melakukan pengecekan dan screening setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Jatim melalui pintu tol Ngawi Gubernur Khofifah bersama forkopimda Jatim dan Bupati Ngawi melarang yang tidak berkepentingan di urusan energi, telekomunikasi, logistik, kesehatan, dan ekonomi perdagangan untuk masuk dengan meminta mereka putar balik dan dilarang meneruskan perjalanan ke Jatim.

Dalam hal ini Khofifah menyampaikan, “mulai Jum’at tanggal 24 April  ada delapan titik penyekatan untuk masuk ke wilayah Jatim. Laporan Dishub Jatim, Ngawi ini termasuk check poin yang paling ramai. Dari total delapan check poin yang kita lakukan penyekatan sudah ada 1.170 kendaraan yang diminta putar balik. Dari 1.170 itu kira – kira ada sebanyak 550 kendaraan yang dari Ngawi,” tegasnya.

8 titik check point arus mudik masuk Jatim dilakukan di perbatasan antara lain Tuban, Bojonegoro – Cepu, Ngawi – Mantingan – Sragen jalur biasa, Ngawi – Mantingan – Sragen jalur tol, Magetan – Larangan, Ponorogo – Wonogiri, Pacitan – Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang – Banyuwangi.

Mereka yang bernopol luar Jawa Timur ditanyai apa kepentingannya secara langsung oleh Gubernur, “selamat siang, bapak dan ibu, sehat – sehat hari ini, mohon maaf ada pengecekan, bapak dan ibu tujuanya kemana,” sapa Khofifah.

Gubernur Khofifah saat bertanya pada pengemudi yang akan masuk kewilayah Jatim.

Pemeriksaan yang dilakukan mulai dari dokumen perjalanan, penggunaan masker, pengecekan suhu tubuh, dan penerapan physical distancing dalam kendaraan seperti kendaraan bernomor polisi T tujuan Nganjuk yang tidak ada kepentingan yang dikecualikan maka mereka diminta untuk putar balik, “kaitan dengan larangan mudik, maka hal – hal yang tidak dikecualikan, yaitu kecuali untuk urusan energi, telekomunikasi, logistik, kesehatan, itukan yang masuk dikecualikan, maka kendaraan diminta untuk putar balik,” papar Gubernur Khofifah.

Dimulai 24 April 2020 – 31 Mei 2020 larangan mudik diberlakukan dan sanksi tegas bagi yang melanggar akan mulai efektif per 7 Mei 2020 sesuai dengan UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan. Sesangkan untuk saat ini para pemudik yang kedapatan melanggar hanya diminta untuk memutar dan kembali ke asal perjalanan, sementara yang bernopol Jatim dan ber KTP Jatim saat melalui delapan check point pemantauan arus mudik masuk ke Jatim tetap diperbolehkan masuk namun tetap diterapkan observasi di kampungnya maksimal tanggal 7 Mei 2020, bila lebih dari tanggal tersebut mereka juga akan diminta putar balik dan jika penumpang yang ada tanda gejala covid – 19 mereka akan diberikan kartu ODR risiko tinggi dan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan bahwa sebanyak 1.170 kendaraan yang diminta putar balik adalah kendaraan dari luar Jatim. “Kalau dari luar Jatim ada 1.170 yang diminta putar balik. Itu ada di Tuban, Bojonegoro, Pacitan, Magetan dan Ngawi dan beberapa pintu masuk dari Jateng. Mereka yang diminta putar balik ada dari Jateng,“ kata Irjen Pol Luki Hermawan.

Check Also

TAK ADA YANG KEBAL PADA CORONA GUBERNUR HARAP PASIEN SEMBUH EDUKASI MASYARAKAT AGAR WASPADA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA Peningkatan korban positif Covid – 19 tak