Jumat, 5 Juni 2020, 9:21
Home / KESEHATAN / AGAR NAKES TAK LAGI JADI KORBAN KHOFIFAH MINTA PASIEN COVID DIKONSENTRASIKAN RS DITUNJUK
Gubernur Khofifah pantau RSUA.

AGAR NAKES TAK LAGI JADI KORBAN KHOFIFAH MINTA PASIEN COVID DIKONSENTRASIKAN RS DITUNJUK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Terus bertambahnya pasien virus corona (Covid – 19) yang penyebarannya cukup cepat di Jawa Timur khususnya Surabaya sehingga rumah sakit dituntut siap untuk mengantisipasinya termasuk Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya yang saat ini merawat 42 pasien serta ada 15 dirawat di IGD.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa hari ini Jumat (01/05/2020) melakukan peninjauan kesiapan RSUA khususnya RS Khusus Infeksi yang telah disediakan 40 ruangan ICU yang rencananya semua menggunakan ventilator juga disiapkan 200 ruang HCU.

Mendampingi Gubernur Khofifah Direktur RSUA, Prof Nasronuddin mengatakan pihaknya akan all out mengotimalkan dan memaksimalkan pelayanan dan fasilitas menjadikan kelola di rumah sakit menjadi lebih baik sesuai harapan, “targetnya adalah yang pertama zero kematian akibat covid yang dirawat, kedua zero penularan virus pada nakes (tenaga kesehatan), dan ketiga zero keturalan bagi keluarga nakes, keempat zero stigma dan diskriminasi,” tandasnya.

Saat ini RSUA merawat 42 pasien covid – 19 dan 15 pasien yang saat ini ada di IGD akan menjalani perawatan di ICU termasuk pelayanan di poli setiap harinya melayani 100 hingga 190 orang yang hingga saat ini lebih 4000 yang mendapatkan pelayanan poli, “untuk ruang ICU sesuai target 40 dan sudah tercapai. Kami ucakan terima kasih pada Pemprov Jatim yang sudah mensuport. Untuk HCU bersama ICU ini ada sekitar 200,” kata Prof Nasronudin.

Gubernur Khofifah mendengarkan penjelasan direktur RSUA

Pada kunjungannya Gubernur Khofifah mengatakan jika nantinya kapasitas 200 ini penuh pasien positif covid – 19 lebih efektif dikonsentrasikan di beberapa titik, langkah ini untuk menjaga dan memberikan perlindungan bagi tenaga medis di rumah sakit, “kita mengetahui sudah ada 46 nakes yang sebetulnya tertular justru bukan dari pasien covid, karena di UGD mereka tidak terkonfirmasi bahwa pasien itu ternyata PDP bahkan sudah positif. Sementara nakes stidak menggunakan APD, hal seperti itu sudah terjadi di wilayah lain,” tandasnya.

Seandainya terkonsentrasi di beberapa rumah sakit seperti RSUA yang bednya mencapai 200 maka akan efektif, dengan demikian para nakesnya terproteksi dan seluruh pasien mendapatkan proses treament sesuai yang dibutuhkan sehingga Rumah Sakit lain mengkoordinasikan ketersediaan tempat tidur jika sudah penuh masih ada RS Menur, RS Haji dan juga beberapa RS yang mungkin dikonsentrasikan untuk memberikan layanan covid – 19, dengan demikian pelayanan bisa kebih konferhensif jelas Khofifah. (Red)

Check Also

TAK ADA YANG KEBAL PADA CORONA GUBERNUR HARAP PASIEN SEMBUH EDUKASI MASYARAKAT AGAR WASPADA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA Peningkatan korban positif Covid – 19 tak