Jumat, 17 April 2026, 12:33
Home / NEWS / NEW NORMAL BKKBN MINTA MASYARAKAT ADAPTASI SAMBIL BERAKTIVITAS
Webinar BKKBN.

NEW NORMAL BKKBN MINTA MASYARAKAT ADAPTASI SAMBIL BERAKTIVITAS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Keluarga di Indonesia dihimbau bersiap memasuki masa New Normal oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seperti yang diminta Presiden RI, Joko Widodo agar ‘Hidup Berdamai’ dengan Covid – 19 tetapi tak berarti menyerah dan menjadi pesimis. Selasa (09/06/2020).

Tetapi justru menjadi titik tolak menuju tatanan kehidupan baru (new normal) masyarakat untuk dapat beraktivitas kembali sambil tetap melawan ancaman Covid – 19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) saat menjadi pembicara Webinar ‘NEW HEALTHY FAMILY ft. NEW NORMAL LIFE’ secara virtual melalui aplikasi Zoom mengatakan “Harapan kami sebetulnya ketika kita memasuki era new normal maka kita bisa berpikir komprehensif. Kami juga berharap bisa mendapatkan solusi protokol yang sifatnya sederhana dan mudah diaplikasikan, ujarnya.

Menurut Hasto pertimbangan yang komprehensif penurunan reproduction rate untuk daya tular virus sudahkah mengalami penurunan di bawah 1 sebab keluarga di Indonesia tinggal di berbagai Provinsi yang bervariasi kalau dihitung reproductive rate – nya juga akan sangat berbeda antar kesenjangan satu Provinsi dengan Provinsi lain.

Survey virtual BKKBN terhadap 20.600 keluarga Indonesia di perkotaan dan pedesaan sebagian besar suami dan istri mampu bekerja sama dengan cukup bagus di rumah tangga selama pandemi Covid – 19 ini.

Survey juga menunjukkan suami dan istri melakukan pekerjaan rumah bersama secara seimbang sebesar 49,1% dari responden dan suami istri mengasuh anak bersama sebanyak 71,5% dari responden sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membuat protokol new normal nantinya.

Sementara anggota Badan Pengurus YKIS sekaligus Ketua Umum IPADI dan Inisiator GenRe Dr Sudibyo Alimoeso MA, mengatakan beberapa upaya dapat dilakukan keluarga dalam meningkatkan ketahanan keluarga di masa Pandemi Covid – 19.

Webinar BKKBN.

Pertama, menguatkan spiritualitas dan religiusitas (keimanan) terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Kedua, menilai ulang kapasitas ekonomi keluarga untuk dapat bertahan di tengah situasi yang tidak menentu.

Ketiga, memperluas ruang komunikasi dan mendorong komunikasi yang efektif antar anggota keluarga. Keempat, memperbaiki serta menguatkan fungsi – fungsi keluarga agar mampu menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

Kelima, menyampaikan gagasan potensi krisis (akibat Covid – 19), pastikan keluarga merespon secara memadai terhadap perubahan-perubahan yang diperlukan.

Menurut Sudibyo, dalam situasi ini seorang ayah dituntut menjadikan dirinya sumber pendidikan anaknya (tidak meletakkan sepenuhnya pada ibu), “peran orangtua mencakup pada pengasuhan serta tumbuh kembang anak dan kepribadian remaja. Ayah milineal, ayah yang terbuka terhadap perubahan, memahami pengasuhan bersama,” tuturnya. (Red)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …