Kamis, 4 Juni 2026, 21:15
Home / NEWS / SMA SMK JATIM SEGERA LAKUKAN KEGIATAN BELAJAR TATAP WAJAH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SMA SMK JATIM SEGERA LAKUKAN KEGIATAN BELAJAR TATAP WAJAH

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Mendikbud RI Nadiem Makarim yang mengijinkan pembelajaran secara langsung untuk daerah berzona kuning di masa pandemi Covid – 19 disikapi Pemprov Jatim berencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka langsung secara bertahap mulai tanggal 18 Agustus 2020 mendatang.

Ujicoba rencana dilakukan pada jenjang SMA/SMK yang disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan memberlakukan beberapa tahapan penting tetapi tidak semua sekolah melakukan uji coba proses belajar secara langsung.

Khofifah mengatakan, “Pemprov Jatim akan melakukan uji coba proses belajar mengajar secara langsung di sekolah untuk jenjang SMA dan SMK secara selektif atas persetujuan Bupati/ Walikota,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Selasa (12/08/2020).

Tidak semua sekolah akan melangsungkan proses belajar mengajar tatap muka langsung dan yang dibuka berdasarkan zonasi yang bukan zona merah, “jadi untuk sekolah yang berada di zona merah akan tetap ditutup, sedangkan di zona hijau, kuning  dan orange akan dibuka,” terang Khofifah.

Pada wilayah zona kuning proses belajar mengajar dibuka 50 persen dari jumlah siswa per kelas dan zona orange 25 persen, sementara 4 mata pelajaran setiap harinya dengan durasi 45 menit setiap pelajaran harus disiapkan sekolah sehingga lama pembelajaran selama masa uji coba hanya 4 jam pelajaran per hari tanpa jam istirahat, “zonasi tersebut terus akan diperbaharui. Misal ada perubahan zonasi dari kuning ke orange maka kapasitas siswa yang masuk harus dikurangi dari 50 persen menjadi 25 persen. Hal yang kita harapkan adalah zona – zona tersebut bisa tetap pada kondisi yang baik,” ungkap Khofifah.

Sementara bagi sekolah di wilayah zona merah sementara belum bisa dibuka dengan tujuan mengurangi resiko siswa terpapar Covid – 19, “bagi sekolah yang sudah dibuka berdasarkan zonasi tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan masker,” terang Khofifah.

Keamaan dan perlindungan kesehatan tetap diutamakan contohnya Pemprov Jatim bersama Mendagri meluncurkan program 26 juta masker bagi warga Jatim beberapa waktu lalu, “dengan adanya program tersebut diharapkan masyarakat terdorong dan termotifasi untuk menggunakan masker secara benar. Sebagai contoh, sebagian besar banyak yang memiliki masker tapi disimpan di saku atau dipakai kurang benar, maka program bagi – bagi masker itu sebagai edukasi menggunakan masker yang benar agar dapat memberikan perlindungan dengan baik,” tambah Khofifah. (Red)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …