WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Kabupaten Trenggalek mendapatkan kesempatan pertama untuk menjadi pelopor pelatihan Smart Reading yang digagas oleh salah satu ahli Rekayasa Pemikiran dan Pembelajaran. Bertempat di salah satu Sekolah Menengah Pertama MTSN Model Trenggalek, pelatihan Smart Reading ini diikuti oleh puluhan siswa siswi kelas VIII dan IX beserta wali muridnya.
Seperti yang diketahui, Smart Reading ini merupakan sebuah teknik membaca yang 30 kali lebih cepat serta pemahamannya bisa meningkat 400 persen dibanding dengan membaca biasa.
Saat dikonfirmasi, penemu Smart Reading ini menjelaskan bahwa pelatihan ini dirasa sangat unggul dan dasar. “Pelatihan Smart Reading ini sangat unggul dan dasar. Bukan hanya sekedar membaca cepat tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan dan daya ingat,” ucap Toha Maksun saat dikonfirmasi, Minggu (17/09/2017).
Diakui Toha sapaan akrabnya, jika Smart Reading ini diterapkan di dunia pendidikan maka sangat membantu dan cocok bagi para pelajar umumnya tingkat SMP – SMA. Hal tersebut dikarenakan para pelajar tingkat SMP dan SMA bisa lebih cepat menguasai dan dapat dikerjakan dalam waktu 5 – 10 menit, sehingga mampu meningkatkan beban pelajar dalam memahami dan menerima pelajaran.

Dirinya mengaku, diawali dari MTSN Model Trenggalek inilah diharapkan bisa menjadi pelopor bagi Kabupaten – Kabupaten lain untuk menerapkan Smart Reading ini. “Pelatihan Smart Reading ini juga didukung oleh pihak kepolisian resort Trenggalek utamanya fungsi Satbinmas dalam rangka program Polisi Peduli Pendidikan bersinergi dengan Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kemenag,” imbuhnya.
Proses penyerapan ilmu yang sering berganti kurikulum memang perlu adanya pemahaman yang efektif, salah satunya dengan pelatihan Smart Reading ini.
Dirinya meyakini dengan mengikuti pelatihan ini, ratusan peserta yang juga didampingi oleh orang tua murid bisa membaca pintar yakni dengan hanya menggunakan 15 menit saja untuk 3 buku.
Dengan begitu diharapkan melalui program Polisi Peduli Pendidikan di Kabupaten Trenggalek ini bisa menjadi pelopor, yang selanjutnya dapat disebarluaskan kepada Kabupaten – Kabupaten lain di area Jawa Timur. “Sasaran dari pelatihan ini pun juga bukan para pelajar saja, melainkan mahasiswa, guru, dosen, ilmuwan atau siapapun yang berhubungan dengan informasi. Hanya saja, dapat diterapkan mulai dari pelajar kelas V Sekolah Dasar, karena jika dibawah usia tersebut pelajar bisa menguasai tetapi tidak bisa menjelaskan,” pungkas Toha.

Pihaknya juga menargetkan jika pelatihan Smart Reading ini bisa ditangkap oleh Pemerintah Daerah. Dengan menjadikan program pelatihan Smart Reading ini menjadi kurikulum, sehingga pelajar bisa lebih cepat dan mudah memahami pelajaran yang disampaikan. Dan jika hal tersebut bisa diterapkan, yang selanjutnya perlu dilakukan adalah melatih guru – gurunya saja.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah MTSN Model Trenggalek mengaku beruntung atas pelaksanaan pelatihan Smart Reading ini. “Sesuai dengan visi dan misi kita yaitu menjadikan generasi yang berkualitas, Islam, demokratis yang berpijak pada ajaran agama dan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan kecerdasan tersebut bisa dicapai dengan terselenggaranya kegiatan pelatihan Smart Reading ini,” tutur Agung Wiyoto.
Menurutnya, dalam kegiatan ini pihak sekolah masih mengikutsertakan siswa siswi dari kelas VIII dan X saja. Akan tetapi jika kegiatan ini bisa dikuasai secara maksimal, maka selanjutnya akan diberikan pula pelatihan Smart Reading ini untuk kelas VII. (Ayu Mila Sari)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.