WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Musim kemarau panjang menyisakan dampak kekeringan sudah menjadi langganan Kota tempe kripik setiap tahunnya. Hal tersebut dirasakan sebagian besar masyarakat, dimana setiap musim kemarau membuat sumber air menjadi kering dan tidak mengeluarkan air.
Demi memenuhi kebutuhan air bersih dalam setiap harinya, masyarakat di beberapa Desa di Kabupaten Trenggalek harus rela tidak mandi dan mencuci dirumahnya. Tak terkecuali warga masyarakat di Dusun Jogadi RT 01 RW 01 Desa Pandean Kecamatan Dongko. Selama musim krisis air bersih, masyarakat harus rela berjalan kaki menuju sungai untuk bisa mencuci dan memenuhi kebutuhan air dalam setiap harinya dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Salah satu warga menuturkan selama musim kemarau tiba, daerahnya selalu menjadi langganan krisis air bersih. “Sudah menjadi langganan setiap musim kemarau tiba, kalau didaerah ini selalu kekurangan air bersih. Ini terjadi karena sumber air yang biasa didapatkan tidak mengeluarkan air, bahkan sumur – sumur masyarakat surut hingga bermeter – meter. Jika pun ada airnya, belum tentu bersih dan layak dikonsumsi,” ungkap Kasipah (24), Rabu (20/09).

Diakui ibu 1 anak ini, salah satu upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari yakni dengan berjalan kaki keluar masuk hutan demi mendapatkan air bersih. Meskipun dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Lebih lanjut Kasipah mengatakan bahwa untuk musim kemarau kali ini, masyarakat mengalami krisis air bersih sejak 3 bulan yang lalu. “Musim kemarau kali ini sudah terjadi sejak 3 bulan yang lalu. Dan selama ini belum ada bantuan air bersih dari Pemerintah Daerah dan baru mendapat bantuan air bersih dari pihak kepolisian yang peduli terhadap masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah bisa mengcover kebutuhan masyarakat terkait pasokan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari – hari. (Ayu Mila Sari)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.