Kamis, 4 Juni 2026, 11:27
Home / NEWS / HILANG KONTAK LEBIH 3 MINGGU, 29 ABK TAK DIKETAHUI NASIBNYA

HILANG KONTAK LEBIH 3 MINGGU, 29 ABK TAK DIKETAHUI NASIBNYA

WAGATABERITA.COM – SIBOLGA. Sebanyak 29 nelayan yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) KM Mega Top III asal kota Sibolga, Sumatera Utara hingga kini tak juga ditemukan.

Terhitung hilang kontak sejak tanggal 3 Januari 2018 lalu, para nelayan itu hilang tanpa kabar yang jelas telah mencapai 23 hari.

Jerit tangis, pengharapan dan desakan dari pihak keluarga dan lintas instansi dan tokoh dari kota Sibolga dan Tapanuli Tengah agar pencarian dilakukan secara maksimal terus mengalir.

KN SAR Nakula milik Basarnas yang diterjunkan sejak 14 Januari juga belum memberikan kabar pasti dan terpantau lebih banyak menghabiskan waktu bersandar di pelabuhan Gunung Sitoli. Tetapi Korpos SAR Sibolga, Adlin Buyung Nasution berkilah dengan kabar tersebut, dijelaskan kapal itu melakukan pemantauan dan monitoring.

“Sesuai instruksi agar mereka melakukan pemantauan dan observasi, dan ya nyandar di pelabuhan Gunung Sitoli,” kata Buyung dihubungi melalui telepon, Kamis (25/01/2018) sore.

Buyung agaknya mengakui, sebenarnya kapal tersebut saat ini mengalami masalah dan tak dapat berfungsi secara maksimal. “Kapal mesin yang bisa digunakan cuma satu,” ujarnya.

Disinggung progres rekam penyisiran dan pencarian yang sudah dilakukan, Buyung juga tak menjawab pasti. Dia hanya menyebut, kapal itu sudah melakukan penyisiran di perairan Gunung Sitoli. “Kalau rekam pencarian, ya itu silahkan ditanya langsung ke Kapten Kapal,” katanya.

Respon dari instansi di level nasional terkait persoalan ini agaknya masih terlihat lamban. Kabar terbaru baik hasil analisis ataupun prediksi dari lembaga berwenang terkait kasus ini juga tak kunjung diterima.

Kabar akan diterjunkan armada dan sarana yang lebih memadai untuk melakukan pencarian hingga ke Samudra Hindia juga belum dipastikan, “Kita sudah menginfokan ke petinggi, ke Bakamla sudah, Baharkam, Basarnas sudah, kementerian sudah, upaya – upaya itu dilakukan, dan yang sulit sekarang ini, itu berdasarkan rapat kemarin, posisi nya di 8 mil di luar ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif),” kata Kepala PPN Sibolga, Rustardi beberapa waktu lalu seusai berangkat pada 16 Januari lalu ke Jakarta membahas persoalan ini.

Kadis Perikanan Sibolga, Hendra Darmalius menjawab senada. Menurutnya pihak Dirjen Tangkap Kementerian Perikanan juga telah diinformasikan terkait persoalan ini. Pihak Dirjen agaknya mengklaim akan berupaya membantu pencarian. “Disana Kementerian melalui PSDKP ini akan berupaya membantu pencarian dan juga ini tinggal menunggu persetujuan ibu Menteri Perikanan akan disisir sepanjang perairan laut di pantai barat Sumatera dan Basarnas juga menginformasikan melalui SAR – SAR sepanjang Sumatera dan pihak Basarnas juga sudah menyampaikan notice diplomatik ke negara di Samudra Hindia, Srilangka, Maroko hingga Australia,” urainya.

Pihak UD Sinar Mas selaku pemilik Kapal KM Mega Top III telah mengirimkan satu unit kapal miliknya untuk berangkat melakukan pencarian, Minggu (21/01) lalu. Jerit tangis kerabat para ABK kapal kembali terdengar menyayat sesaat sebelum kapal tersebut dilepas dari dermaga. “Lindungi mereka ya allah, lindungi mereka ya allah,” teriak para kerabat melepas kapal berawak belasan ABK itu.

Beberapa waktu lalu pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga mengungkapkan, data monitor pergerakan kapal Mega Top III berkapasitas GT 34 dan bernomor lambung 359 PPJ milik UD Sinar Mas asal kota Sibolga yang dinyatakan hilang kontak sejak 3 Januari lalu.

Pengawas Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan PPN Sibolga, Boris Simanjuntak menyebutkan, monitor terakhir pihaknya kapal tersebut berada di luar Zona Tangkap Ekslusif (ZTE) Indonesia.

“Sekitar 8 nautical mile sebelah barat Samudra Hindia,” kata Boris kepada wartawan di Pos SAR Sibolga, Sabtu (13/01) lalu.

Rahmad Hidayat, satu dari saksi mata yang menumpangi kapal Pongpong menyaksikan langsung detik – detik terakhir sebelum kapal pencari ikan Mega Top III raib menyebut titik terakhir kapal tersebut berada di perairan Lahewa, Nias Utara pada tanggal 2 Januari dan mengalami kerusakan pada radio.

Pengakuan Rahmad, ia dan seorang rekannya yang lain di dalam kapal pongpong tersebut tak lagi mengetahui keberadaan kapal KM Mega Top III pada pagi tanggal 3 Januari. Sementara tekong kapal pongpong yang mereka tumpangi juga ikut di dalam kapal KM Mega Top III tersebut karena ingin membantu kerusakan radio.

Direktur operasional BASARNAS RI Brigjen B.Suryo meminta agar para kerabat 29 ABK Mega Top III yang hilang kontak sejak 3 Januari lalu agar bersabar. “Saya berharap para masyarakat di Sibolga dan Tapanuli Tengah mungkin bersabar, kita juga selalu membantu misi ini,” kata Suryo lewat video kiriman wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori di Jakarta.

Sebelumnya menurut dia, kasus hilang kontak nelayan ini masih dipelajari pihaknya dengan terus berkomunikasi dengan sejumlah kantor SAR di pesisir pulau Sumatera. “Sampai dengan saat ini masih mempelajari, kita sudah berusaha kontak dengan Pos SAR di wilayah kemungkinan adanya ditemukannya KM Mega Top III, Kantor SAR Banda Aceh, Kantor SAR Medan dan Pos SAR Nias, disitulah ujung tombak kita di wilayah Sumatera yang dekat dengan kemungkinan hilangnya KM Mega Top III,” katanya.

Sebelumnya Suryo menyebut, dirinya hari ini sudah bertelepon dengan pihak Pol air Polda Sumut jika kemungkinan akan dilakukan kerjasama melakukan pencarian. “Tadi sudah telepon direktur pol air polda sumut, kemungkinan KM Mega Top III kita bekerja sama dengan dir pol air Polda Sumut apabila terjadi diluar batas kemampuan Basarnas,” tuturnya. (Red)

Check Also

AKAN MENDARAT PESAWAT LION AIR MALAH BALIK BANDARA KEBERANGKATAN INI SEBABNYA

WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Penerbangan pesawat Lion Air keberangkatan dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar tujuan bandara …