WAGATABERITA.COM – MUNA SULTRA.Β Di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), usaha agen Bank Rakyat Indonesi (BRI) – Link mulai berkembang cepat. Mitra kerja BRI ini adalah akses usaha yang baik dan dapat memudahkan masyarakat pemilik ATM maupun yang tidak, dalam melakukan transaksi keuangan mereka.
Kendati demikian seperti terencana, citra para pengusaha BRILink di Muna, ingin di gagalkan dan di rusaki oleh salah satu oknum pemuda yang misterius itu.
Seperti halnya yang terjadi di salah satu agen BRILink cabang Raha, Indrayani (40) warga yang berdomisili di Jalan Abdul kudus, Kecamatan Katobu Muna itu, pada Rabu (14/03), sekira pukul 14 : 00 WITA, Ibu pemilik satu anak itu, terkena sasaran penipuan uang paslu (Upal) sebesar 7.200.000,- rupiah, oleh salah satu pemuda misterius dengan modus transfer tunai (Kliring) kerekening atas nama Hendro Saputra Gani, melalui Karyawatinya Asanah (19), pada Rabu (14/03/2018), di BRILinknya.
- SIDANG PRAPERADILAN POLRES SIDOARJO KUASA HUKUM SIMPULKAN BUKTI TERMOHON KUATKAN DAN DUKUNG DALIL PEMOHON
- DIDUGA TAK SAH TETAPKAN TERSANGKA POLRES SIDOARJO DI PRAPERADILAN KAN
- ANGGOTA DEWAN TRENGGALEK TERTIPU PULUHAN JUTA RUPIAH
- GADAIKAN MOTOR TEMAN, PRIA DI TRENGGALEK DITANGKAP POLISI
- KORBAN PENIPUAN CPNS BERTAMBAH
“Saat itu pelaku menghindar, waktu untuk memberikan uang itu kepada karyawati saya atas nama Hansa yang akan di transferkan kerekening atas nama Hendro itu. Uang yang mau di transfer tunai ke rekening atas nama Hedro itu, sebesar 6.650.000,- rupiah. Tapi Asanah ini terlebih dahulu melakukan transfer. Usai transfer berhasil, baru lah pelaku itu memberikan uang dan langsung pergi begitu saja,” terang Indra istri salah satu pengacara senior di Sultra itu kepada wartawan, seraya mengatakan, biar bukti pengirimanaya sudah tidak di ambil lagi.
Saat menerima uang dari pelaku itu, tambah pemilik agen BRILink itu, Asanah merasah heran dengan warna uang yang diterimanya dari pelaku itu, yang terlihat seperti uang kertas di foto coppy warna. Dia pun langsung menyampaikan ke saya, kalau uang yang disetorkan pelaku ke kami itu sudah tidak benar.
“Ketika kami menghitung uang itu, di lembaran pertama dan kedua belum ada yang aneh. Nanti pada lembaran ketiga saya merasa heran dengan gambar uang itu, langsung saya lebarkan seluruhnya. Spontan saya bersuara lantang, uang apa ini kenapa begini modelnya,” ucapnya.
Sekira beberapa menit lamanya setelah mengetahui hal itu selaku pemilik usaha BRILink, Ibu satu anak itu yang juga adalah isteri salah satu pengacara senior di Sultra itu merasa takut dirinya di rugikan dan ragu jangan sampai berlanjut ke BRILink lainnya di Muna, dirinya pun langsung menghubungi pihak BRI Muna, agar nomor rekening atas nama Hendro Saputra Gani itu untuk segera di blokir.

Pemilik agen BRILink itu pun, sekira pukul 16 : 30 WITA, langsung bertandang ke Polsek Katobu, melaporkan kejadian yang di alaminya dan menyerahkan bukti Upal tersebut. “Uang itu langsung saya serahkan ke pak polisi. Saat di hitung oleh pak polisi, uang itu berjumlah 7.100.000 rupiah uang palsunya, 100 ribunya uang asli, dan jumlahnya sebanyak 7.200.000,- rupiah,” pungkasnya di Polsek Katobu Polres Muna Sultra, sekira pukul 20 : 00 WITA.
Kapolsek Katobu, Iptu Hamka, SH yang di konfirmasih di markasnya, terkait adanya korban Upal tersebut membenarkan hal itu. “Benar kejadian itu. Saat ini korban sedang di ambil keterangannya. Dan untuk pelaku kita sudah ketahui. Saat ini sementara dalam pengejaran kami,” beber mantan Kapolsek Sawerigadi Kabupaten Muna Barat itu.
Lanjut Kapolsek pengganti Iptu Aslim itu, bahwa dari barang bukti yang kami terima dari korban yakni upal tersebut berjumlah 7.200.000 rupiah, itu setelah dihitung. “Untuk BB nya berjumlah 7.200.000 rupiah. Dan hal itu berbeda dengan uang yang sudah ditransfer oleh agen BRILink milik Inderayani,” tandasnya. (Zainal Arifin Suyoto)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.