WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tim SAR pencari korban tertimbun tanah langsor di Ponorogo Jawa Timur (Jatim) hingga Senin (03/04/2017), sudah berhasil menemukan tiga korban tertimbun tanah longsor dari jumlah yang menimbun 28 warga dan 21 rumah. Ketiganya masing – masing Ny Katemi, Iwan Danang Suwandi dan Sunadi (47). Dia diketemukan di sektor C. Berarti 25 orang lagi korban tanah longsor di Ponorogo masih dinyatakan hilang.
Ny. Katemi ditemukan tim SAR Sabtu (01/04) dan iwan Danang Suwandi ditemukan Minggu (02/04). Satu lagi jenazah korban tanah longsor di RT 3/RW 1, Tangkil Desa Banaran, Ponorogo ditemukan Senin (03/04), Dia bernama Sunadi.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur pun tidak tinggal diam atas musibah tanah longsor Ponorogo itu. Pihaknya, mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban longsor di Desa Banaran, Ponorogo, kata Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin, SH disela – sela menghadiri press realise pengungkapan narkoba di Poltabes Surabaya, Senin (03/04/2017).
“Anjing pelacak ini secara khusus kami datangkan dari Mabes Polri Jakarta dalam jumlah banyak ke lokasi longsor di Ponorogo,” ujar Kapolda Jatim.
Dia berharap anjing pelacak tersebut dapat membantu pencarian korban tertimbun material longsor yang hingga kini masih banyak yang belum ditemukan.
“Dari 28 korban yang tertimbun longsor, sampai sekarang baru tiga jenazah yang ditemukan,” katanya.
Machfud menyatakan pihak kepolisian juga memaksimalkan personel dalam pencarian korban bersama Tim SAR dan anggota TNI serta instansi lain.
“Cukup banyak personel dari jajaran Polres Madiun yang kami kerahkan ke lokasi,” katanya.
Tim pengidentifikasi korban atau Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim juga telah bersiaga di lokasi longsor, demikian juga Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim.
“Waktu saya meninjau ke lokasi, salah satu korban ditemukan di kedalaman 17 meter. Memang dalam sekali sehingga susah terjangkau oleh alat berat yang dikerahkan petugas dalam melakukan pencarian,” tuturnya.
Machfud menilai sebenarnya upaya pemerintah daerah (Pemda) Ponorogo dalam memperingatkan warga terhadap kemungkinan longsor sudah maksimal. Awalnya warga pun sudah mengungsi ke tempat yang sudah disediakan oleh Pemda Ponorogo.
“Tapi ketika cuaca terang warga kembali lagi, katanya mau mengambil hasil panen, hingga akhirnya terjadi bencana ini,” tuturnya.
Machfud berharap pemerintah segera melakukan relokasi terhadap keluarga korban ke tempat tinggal yang lebih layak.
“Sebab saya lihat sendiri, lereng yang mereka tinggali itu memang rawan. Karakteristik tanahnya sangat lentur. Kalau hujan deras dengan akumulasi air yang banyak bisa menyebabkan longsor dengan kecepatan sekitar tiga detik,” imbuhnya. (Haludin Ma’waledha/Dir)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.