Sabtu, 18 April 2026, 21:39
Home / EKONOMI / INSPIRASI / TEKNOLOGI LASERPUNTUR PADA SAPI DAPAT TINGKATKAN PRODUKTIVITAD TERNAK
Prof Dr. R. Tatang Santana Adhikara, M.S, M.S.tot.Akp, Drh. Sedang Memberikan Penjelasan Terhadap Penelitian Laserpunktur Yang Dikembangkannya. Sumber Foto : Nur Rizki Utomo Putri

TEKNOLOGI LASERPUNTUR PADA SAPI DAPAT TINGKATKAN PRODUKTIVITAD TERNAK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Metode terapi akupuntur yang selama ini banyak digunakan untuk manusia, ternyata juga bisa diterapkan pada hewan untuk meningkatkan produktivitas hewan ternak. Metode akupuntur tersebut merupakan salah satu bagian dari penelitian terapan yang dilakukan salah satu Guru Besar UNAIR, Prof Dr. R. Tatang Santanu Adikara, MS., TOT. Akp. drh. yang akan dikukuhkan pada Rabu (23/05/2017).

Metode yang digunakan diberi nama laserpuntur. Laserpunktur merupakan metode akupuntur dengan media alat stimulasi pengganti jarum, yang diaplikasikan pada hewan ternak atau soft laser (helium neon dan semikonduktor).

Beberapa manfaat laserpunktur pada hewan ternak diantaranya, dapat meningkatkan kesehatan hewan, produktivitas berat badan/pertumbuhan, produksi susu, peningkatan stamina hewan pacu dan aduan, peningkatan produksi telur pada unggas, dan ikan/kepiting, serta peningkatan kemampuan reproduksi.

Dari Kiri Prof Dr. R. Tatang Santana Adhikara, M.S, M.S.tot.Akp, Drh. Tengah Prof. Dr. H. Widi Hidayat, SE., M.SI., Ak., CA., CMA. Kanan Prof. Dr. dr. I Dewa Gede Ugrasena, Sp.A (K). Sumber Foto : Nur Rizki Utomo Putri

Tatang Santanu Adikara dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Sidang B, Kampus UNAIR C, pada Selasa (23/05/2017) mengatakan, beberapa hasil penelitian terhadap metode laserpuntur telah diuji coba di lapangan. Tingkat keberhasilannya juga telah signifikan, bahkan sudah bernilai tambah untuk kegiatan bisnis penggemukan ternak sapi yang telah dilakukan masyarakat.

“Beberapa rekan – rekan ada yang tertarik melakukan investasi, karena yakin teknologi ini telah teruji selama bertahun – tahun dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya rakyat kecil daerah – daerah dan sekitar ponpes,” ujarnya.

Sementara itu kedepannya, teknologi akupuntur pada ternak ini akan dipersiapkan untuk mengembangkan berat ideal hasil persilangan grading up pada jenis – jenis hewan unggulan asli ras Indonesia. Hal itu dilakukan untuk menjaga plasma nutfah ternak Indonesia, agar tidak tergantung ada ternak import lagi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) itu yakin bahwa teknologi akupuntur mempunyai peranan dalam melakukan proses rekayasa biologi, untuk mendapatkan ternak unggulan asli Indonesia. Beberapa hasil di lapangan menunjukkan hasil perbaikan phenotype pada sapi Madura Jantan bisa mencapai berat 715 Kg, dengan peningkatan 0,9 – 1 Kg/hari, tentunya melalui seleksi dan managemen pakan yang baik.

“Jika dilakukan teknologi laserpuntur dan teknologi inseminasi buatan, sehingga muncul bentuk unggulan baru ras Indonesia, disertai pemberian pakan yang baik dan bergizi, Insya Allah yakin kedepan Indonesia akan menjadi ekportir ternak ras unggulan Indonesia,” ujar pria kelahiran Bangkalan itu. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO