WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Widiya pulanglah, Ibu dan ayah sangat menyayangimu. Ini lah kalimat yang mungkin paling tepat diucapkan untuk Widiya Nur Rahman (17) yang kabur dari rumah orang tuanya, tanpa sebab – musabab dan hingga Sabtu (11/02/2017), juga belum pulang ke rumah.
Widiya, pergi tanpa sebab. Dia hanya pergi begitu saja, tanpa izin terlebih dahulu dari kedua orang tuanya.
Pengakuan sang ibu, Widiya memang diketahui biasa pergi ke teman – temannya tanpa pamit dari kedua orang tuanya, tapi biasanya tidak lama sudah pulang kembali ke rumah. Namun, kali ini sudah satu pekan, juga belum pulang. Bahkan keberadaanya pun juga belum diketahui.
Hingga Sabtu (11/02/2017), Widiya Nur Rahman, gadis yang meninggalkan rumah orang tuanya di Aspol Bangkingan, Surabaya, sekira pukul 17 : 00 WIB itu, juga tak kunjung pulang.
Kedua orang tua Widiya, terus melakukan pencarian terhadap putri kedua mereka itu. Terminal bus pun tidak luput dari sasaran yang dikunjungi untuk mencari keberadaan anak kedua mereka. Diantaranya, terminal Bus Bungurasi dan terminal Bus Joyo Boyo, Kota Surabaya.
‘’Saya ini sudah mendatangi beberapa terminal bus untuk mencari tahu keberadaan anak saya,‘’ ujar Indri Winkiarti, ibunda Widiya, saat dihubungi wagataberita.com melalui jaringan telepon selulernya, Sabtu (11/02/2017) sore.
Indri bersama suaminya, Misiya, sudah berkeliling ke sejumlah perumahan melacak keberadaan anaknya. Tapi, pencarian mereka, juga belum membuahkan hasil.
Kepergian perempuan kelas 1 SMK Negeri 8 Surabaya dari rumah orang tuannya, tak ada alasan yang jelas. Bahkan saat meninggalkan rumah sekira pukul 17 : 00 WIB, Sabtu (04/02/2017), ia tidak berpamitan sama ibu dan ayahnya.
‘’Dia memang biasa pergi ke teman – teman, tidak pamit, tapi kembali,‘’ tandas Indri, lalu menambahkan, pengakuan anak – anak sekitar rumahnya, Widiya waktu meninggalkan rumah dibonceng dengan sepeda motor oleh seseorang pria yang berpostur tubuh agak kurus. ‘’Anak – anak sekitar rumah bercerita ke saya, mereka sudah melarang Widiya untuk tidak ikut, tapi tetap tak mengindahkan larangan itu,‘’ tandas Indri.
Seperti diberitakan sebelumnya wagataberita.com, Misiya, ayah Widiya, telah melaporkan peristiwa kepergian putrinya yang tanpa sebab itu ke Polsek Lakarsantri, Surabaya. ‘’Saya benar – benar pusing. Saya juga sudah melapor ke Polsek Lakastari, Surabaya,‘’ ujar Misiya.
Sang ayah, tidak hanya melaporkan peristiwa itu kepolisi, tapi juga berusaha mencari orang pintar (dukun) di luar kota untuk mengetahui keberadaan putrinya.
Kata Misiya, Sabtu (11/02/2017), pihaknya mendapat informasi putrinya berada di salah satu rumah di Perumahan Griyan Tulangan, Sidoarjo dan Perumahan Bangkingan, tapi saat dicek ke kelokasi perumahan itu, Satpam perumahan, tidak melihat seorang gadis sama seperti ciri – ciri yang diperlihatkan kedua orang tua Widiya.
Widiya memiliki tinggi badan sekira 165 cm, rambut panjang, agak bungkuk, warna kulit sawomatang dan memiliki tahi lalat di kening. Saat meninggalkan rumah menggunakan celana panjang warna biru dan memakai kos warna abu – abu. (Haludin Ma’waledha/Dir).
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.