Sabtu, 16 Mei 2026, 11:30
Home / SURABAYA / KH. PROF. SUNARTO AS : HARUS BISA MENGATUR POTENSI POSITIF PADA DIRI
Prof KH Sunarto AS Salah Satu Tokoh Yang Berjasa Dalam Penutupan Lokalisasi Di Surabaya. Sumber Foto : Syamsul Arifin

KH. PROF. SUNARTO AS : HARUS BISA MENGATUR POTENSI POSITIF PADA DIRI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ditemui di kediaman beliau tepatnya di Jl. Lasem Surabaya, Sunarto sedang asik membaca buku “Total Soekarno”. Salah satu profesor dan dosen di fakultas dakwah UINSA ini memberi tanggapan atas hal yang terjadi saat ini begitu pula dari aspek media dan persekusi yang marak saat ini terjadi.

Pria yang mendesikasikan dirinya kepada pendidikan dan juga sekaligus menjadi aktor dalam penutupan lokalisasi Dolly ini merupakan sosok yang bijaksana terlihat karya sensasionalnya pada buku “Kyai Postitusi” telah banyak menginspirasi banyak orang.

Ketika dimintai tanggapan mengenai persekusi beliau menanggapinya dengan bijaksana “Semuanya kembali berpulang kepada diri kita masing – masing ya, kalo dalam konteks agama lagi – lagi kita kembali ke agama karena kita Ber Tuhan, di dalam Al Quran diterangkan manusia itu diberi dua potensi yaitu potensi berbuat hal yang positif dan potensi yang menjurus kepada yang jahat. _faalha maha fujuraha wa taqwaha_ jadi sekarang, sejauh mana kita bisa memanage (mengatur) potensi berbuat positif ini bisa mendominasi diri kita utamanya di bulan Ramadhan ini sehingga demikian, jika kemudian muncul niatan buruk dengan membuat status provokasi atau menyudutkan seseorang bisa dicegah. “Ini yang perlu difahami oleh setiap orang,” jelas Sunarto secara gamblang.

Ditanya mengenai isu pilgub Jawa Timur yang sebentar lagi akan bergulir, Sunarto mengingatkan, situasi saat ini kalau boleh dikatakan sedang hangat. “Tapi namanya juga politik, kan memihak siapapun itu boleh memilih siapapun asal jangan menghujat satu sama lain tunjukkan politik yang bermoral,” tegas sang profesor.

Memang situasi negara ini haruslah ada perubahan baik dari segi moral dan etika mengingat negara ini adalah negara majemuk, maka nilai – nilai toleransi harus ditekankan secara mendalam.

Meski begitu kata Sunarto, ada batasan – batasan juga dalam bertoleransi. “Boleh bertoleransi dan harus, itu dalam segi sosial, tapi dalam segi aqidah jangan, lakum diinukum wa lii ya diin,” ujarnya. (Syamsul Arifin/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO