Minggu, 17 Mei 2026, 18:40
Home / EKONOMI / CEGAH PEREDARAN UANG PALSU, POLRESTABES SURABAYA PERIKSA JASA PENUKARAN RECEHAN
Tim Pidana Ekonomi Polrestabes Surabaya Tengah Memeriksa Uang Pecahan Rp 2000, Rp 5000 Dan Rp 10000. Sumber Foto : Anggun Angkawijaya

CEGAH PEREDARAN UANG PALSU, POLRESTABES SURABAYA PERIKSA JASA PENUKARAN RECEHAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, jasa penukaran uang receh bermunculan di Surabaya. Kesempatan ini biasanya digunakan oleh orang – orang yang tak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

Untuk mencegah tindakan tersebut, unit pidana ekonomi Polrestabes Surabaya menggelar razia ke beberapa jasa penukaran uang recehan yang berada di pinggir jalan, pada Selasa (06/06/2017) sore.

Kegiatan dipimpin oleh Kasubdit Pidek Polrestabes Surabaya Ipda Hadi Ismanto. Petugas mendatangi jasa penukaran uang yang berada di depan Mapolrestabes Surabaya di Jalan Veteran.

Petugas langsung memeriksa uang  pecahan Rp 2000, Rp 5000 dan Rp 10000 dengan cara dilihat, diraba dan diterawang.

Setelah memeriksa di Jalan Veteran, petugas melanjutkan pemeriksaan ke beberapa jasa penukaran uang recehan yang berada di sekitar kantor Pelni di Jalan Pahlawan, dan di Jalan Bubutan.

Kasubdit Pidek Polrestabes Surabaya Ipda Hadi Ismanto mengatakan kegiatan ini untuk mengantisipasi peredaran uang palsu dan memberikan rasa aman kepada warga.

“Sejauh ini kami tidak menemukan uang palsu. Silakan lapor ke polisi jika menemukan uang palsu,” kata Hadi.

Hadi menghimbau warga berhati – hati. “Cek dengan cara 3D (dilihat, diraba dan diterawang, red) dan dilihat benang pengamannya,” terang Hadi.

Sementara itu, Imam (35), salah satu penyedia penukaran jasa uang terkejut karena tiba – tiba didatangi petugas. Tapi lelaki ini tenang setelah mengetahui maksud dari petugas kepolisian.

“Saya jamin uang saya ini asli semua,” kata Imam yang mengaku mengeluarkan modal sebanyak Rp 30 juta.

Imam menuturkan, penukaran uang recehan biasanya mulai ramai tiga hari menjelang Lebaran.

“Kalau tukar seratus ribu, dapat uang baru sembilan puluh ribu. Itu sudah umum. Tapi masih ada yang nawar,” kata lelaki yang biasanya berjualan sayur ini. (Anggun)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO