Rabu, 22 Juli 2026, 4:53
Home / NEWS / HUKUM / AIR MATA MANTAN ISTRI WARNAI SIDANG LANJUTAN KASUS EMPIRE

AIR MATA MANTAN ISTRI WARNAI SIDANG LANJUTAN KASUS EMPIRE

WAGATABERITA.COM, SURABAYA. Air mata mantan istri warnai sidang lanjutan kasus pemalsuan dokumen Empire, Rabu (14/06/2017).

Sidang kasus penggelapan dokumen yang dituduhkan kepada Chin chin itu digelar di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya. Mengagendakan pemberitaan fakta oleh Chin chin.

Sidang kali ini majelis hakim memberi kesempatan kepada Chin chin untuk memberikan keterangan. Saat itu juga suasana ruang sidang terlihat dramatis mendengar fakta – fakta yang dibeberkan oleh Chin chin, baik terkait kasus maupun di luar kasus. “Suami saya tergolong orang yang keras,” beber sang istri itu.

Ia menjelaskan kehidupan rumah tangganya sudah tidak harmonis lagi, meski begitu ia tidak ada keinginan untuk bercerai.

Berawal dari tahun 2001 Gunawan dan Chin chin bekerja berdua menbangun PT Blauran Mulya dan mulai berusaha membamgun rumah toko (ruko) pada tahun 2003.

“Kerja dengan Pak Gun mulai dari ruko Kendangsari, saya sebagai dirut, Pak Gun sebagai komisaris. Saya kerja di lapangan. Setiap apa yang saya lakukan, saya komunikasikan dulu dan semua atas nama Pak Gun,” tutur Chinchin dengan isak tangis.

Dia menyadari sang suami, Gunawan tidak pernah berubah pada dua hal. Pertama, dia bukan orang baik. Kedua, dia sudah tidak mencintai saya, dengan sopan saya meminta cerai melalui ibunya,” kata Chin chin yang terlihat semakin tidak kuat menahan tangis.

Hakim ketua pun menyuruh Chin chin untuk tenang.

Gunawan membuat satu pernyataan di tahun 2013 bahwa Chin chin bukan sebagai dirut, tapi sebagai pembantunya. Pada tanggal 7 Juni 2013, jabatan dirut diberikan kepada karyawan bernama Yuni. Akan tetapi Yuni tidak bersedia menerima jabatan itu.

Baca Juga:

    “Besok paginya dikasihkan pak Gun sama saya. Saya gak menyangka pak Gun melaporkan saya,” Chin chin.

    Dari laporan itu, tanggal 10 Juni 2013, saya dipanggil di lobby Empire. Diaudit. Sejak kapan hilang dokumen. Akhir Juni dibawa ke apartemen dan barangnya dibawah meja karyawan. Pak Gun sendiri tau, kata Chin chin menggebu – gebu menunjukkan dokumen yang dibawanya. Dokumen itu merupakan cikal bakal Empire dibangun.

    Kata dia, dokumen bukan dipindahkan yang asli berada di Empire dan dokumen yang dipindahkan itu berbentuk foto copy.

    Chin chin juga memberikan bukti – bukti rekening ruko sebelum di Empire.

    “Saya dilaporkan bukan dengan 1 LP tapi 7 LP.” ungkapnya dengan tangis dan air mata.

    Dia menceritakan gugatan cerai dilayangkan Chin chin pada bulan April 2013, namun tidak mencantumkan apapun dalam gugatan. Tapi kemudian bulan Juli tahun yang sama, Chin chin dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas tuduhan penipuan. (Syamsul Arifin/Halu)

    Check Also

    BEGINI HASIL AKHIR KONGRES LUB PERADRI

    WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Kongres Nasional Luar Biasa (KNLB) Perhimpuan Advokat Republik Indonesia (PERADRI) akhirnya berhasil …