Minggu, 19 April 2026, 3:08
Home / NEWS / PEMKOT SURABAYA PULANGKAN 51 PMKS KE DAERAH ASAL
Suasana Pemulangan PMKS Yang Diberangkatkan di Depan Taman Surya Kota Surabaya, Senin (03/07). Sumber Foto : Humas Pemkot Surabaya

PEMKOT SURABAYA PULANGKAN 51 PMKS KE DAERAH ASAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebanyak 51 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Surabaya (PMKS), dipulangkan oleh Pemkot Surabaya ke daerah asal. Pada umunya para PMKS tersebut tertangkap razia Satpol PP Kota Surabaya di jalanan, selama Bulan Ramadhan lalu.

“Sejak awal sudah ada personel yang jaga di beberapa tempat. Kurang lebih dua minggu lalu sudah ada beberapa (PMKS) yang tertangkap. Sekarang kami pulangkan. Saya sengaja tidak memulangkan segera supaya mereka beristirahat dulu di Liponsos,” kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya di sela pemulangan PMKS di Taman Surya, Senin (03/07/2017).

Sembilan mobil telah disiapkan dengan 12 tujuan di Jawa Timur. Ke – 12 tujuan tersebut diantaranya Lumajang, Jember, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Pasuruan, Sitobondo, Mojokerto, Magetan, Nganjuk, juga Gresik dan Lamongan.

Risma sendiri selama ini, telah melakukan langkah – langkah antisipasi untuk menyikapi kedatangan PMKS di Surabaya. Terlebih ketika memasuki bulan puasa. Antisipasi tersebut diantaranya berupa penjagaan dan razia, serta sosialisasi ke RT/RW agar para pendatang yang merantau ke Surabaya memang memiliki pekerjaan.

Menurut Walikota, mayoritas dari PMKS yang terjaring razia oleh Satpol PP Kota Surabaya tersebut datang karena dengan di bawa oleh para joki yang tidak bertanggung jawab. “Jokinya tapi lari. Di Liponsos kami jaga dengan Muspika kecamatan Sukolilo, jadi nggak ada yang berani ngambil,” sambung Walikota.

Sementara itu pemulangan PMKS ke daerah asal, telah dikoordinasikan oleh Pemkot Surabaya bersama Pemprov Jatim, dan Pemerintah Daerah (Pemda) tempat asal PMKS. Termasuk juga memperhatikan kondisi kesehatan dan kejiwaan para PMKS yang terjaring razia. Pemkot juga telah memiliki data PMKS yang tertangkap sehingga akan ketahuan apakah yang bersangkutan sebelumnya sudah pernah tertangkap.

“Ini yang kami pulangkan data alamatnya jelas. Kami komunikasi dengan provinsi dan daerah. Kalau (alamat) nggak jelas atau masih sakit dan mengalami gangguan kejiwaan, yah nggak kami pulangkan. Kami rawat, setelah sembuh ditanya alamatnya, bila clear kami pulangkan,” jelas Walikota.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo menambahkan, pihaknya sudah memiliki data PMKS yang pernah terjaring razia dan dikirim ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Sehingga akan ketahuan bila di kemudian hari ada PMKS yang kembali terjaring razia. “Di Liponsos ada finger print nya. Jadi kalau ada yang dua kali masuk yah ketahuan,” ujarnya.

Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto menyampaikan, Satpol PP Surabaya punya tim khusus bernama tim kaypang yang bertugas menangani PMKS seperti gelandangan, pengemis, anak jalanan, pengamen hingga orang gila. Selama bulan puasa lalu, Irvan menyebut tim kaypang rutin melakukan razia dan pengamanan di tiga tempat seperti di tempat ibadah dan makam, sentra kuliner dan traffic light.

“Tim ini akan akan jalan terus. SOP nya, ketika ada yang terjaring razia, kami bawa ke Liponsos. Di sana mereka dirawat dan dibina,” jelas Irvan. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …