WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Minggu (09/07/2017), Walikota Kochi, Jepang kunjungi Kota Surabaya. Kedatangannya kali ini adalah dalam rangka perayaan ke – 20 tahun perjanjian Kota Surabaya dengan Kochi. Perayaan kerjasama yang tertuang dalam Sister City (Kota Kembar) tersebut, juga dimeriahkan oleh festival tari yosakai dan remo yang digelar di Halaman Taman Surya.
Sebelumnya kerjasama antara Pemerintah Surabaya dengan Kochi berupa pertukaran pelajar, pertukaran budaya dan pertukaran ekonomi. Sementara itu untuk memperluas wujud kerjasama tersebut, Walikota Kochi, Seiya Okazaki berkunjung ke ruang kerja Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
Dengan ditemani jajaran DPRD Kota Surabaya dan dewan legislatif Kota Kochi, pertemuan tersebut dimaksudkan memperluas poin kerjasama yang telah terjalin sejak 1997 silam.
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkapkan ke depannya, akan ada peningkatan untuk menambah kualitas kerjasama kedua kota. Diantaranya adalah pertukaran tenaga perawat dari Surabaya ke Kochi.
“Jadi kita bisa mengirim perawat ke sana dan ternyata mereka membutuhkan perawat untuk bekerja di sana. Memang mereka bilang ada standar – standar nya. Tapi kami akan ikuti,” jelas Risma.
Tidak hanya itu, Risma juga meminta kapal pesiar yang selama ini datang ke Kochi, agar datang juga ke Surabaya. Walikota juga akan mengundang jajaran pemimpin Kota Kochi, untuk hadir ketika Surabaya jadi tuan rumah Start Up Nation Summit pada 2018 mendatang.
Poin penting dalam pertemuan tersebut adalah pembicaraan tentang penggunaan sarana pemadam di Kochi. Risma menuturkan jika di Kochi, mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang hanya bisa digunakan selama lima tahun. Selebihnya dari masa itu, damkar tidak lagi dipakai. Untuk itu Risma berharap bisa memanfaatkan mobil Damkar yang nantinya sudah tidak terpakai lagi di Jepang.
“Di sana pemakaian mobil Damkar cuma lima tahun. Bila sudah lima tahun, sebagus apapun dan meskipun jarang dipakai, tapi harus diganti. Saya sampaikan minta itu dan Konjen Jepang siap menindak lanjuti. Kami butuh banyak (Damkar) agar posko untuk pemadam kebakaran juga banyak sehingga waktu respons time nya bisa lebih cepat,” jelas walikota.
Sementara itu Seiya Okazaki, Walikota Kochi, menyampaikan akan mendalami hasil pembicaraan dengan Walikota Tri Rismaharini. Menurutnya, selama ini kerjasama Surabaya – Kochi berfokus pada tiga hal. Yakni pertukaran pelajar, pertukaran budaya, dan pertukaran secara ekonomi. Dirinya akan menindak lanjuti beberapa poin kerjasama yang diminta oleh Walikota Surabaya itu.
- LEBARAN BERSAMA KELUARGA SEPERTI DI DESA YELLO HOTEL TEMPATNYA
- YELLO HOTEL AKAN LAUNCHING PROMO KAMPOENG NELAYAN
- BERBAGI KEPEDULIAN, YELLO HOTEL JEMURSARI GELAR RAMADHAN CERIA BERSAMA ANAK YATIM
- YELLO HOTEL SURABAYA ADAKAN BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM
- YELLO HOTEL JEMUR SARI GELAR FUN COOKING CLASS SPESIAL HARI KARTINI
“Kami tadi mengadakan kunjungan kehormatan ke Ibu Risma. Kami berdiskusi perihal pertukaran tenaga di bidang keperawatan, membantu untuk pemadam kebakaran dan Surabaya jadi tuan rumah pertemuan UKM. Kami akan mendalami diskusi tersebut,” ujar Seiya Okazaki.
Seiya menambahkan, kerjasama Kochi – Surabaya telah terjalin sejak 1997. Namun, sejak kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini, kerja sama kedua kota semakin meluas. Salah satunya di bidang lingkungan hidup. Dia mengaku bahwa Kota Kochi mendapatkan banyak pelajaran dari Kota Surabaya, terutama dibidang lingkungan hidup.
“Sejak Surabaya dipimpin Bu Risma, kerjasama di bidang lingkungan semakin bagus. Kami pun ada banyak pelajaran dari Kota Surabaya. Kami berharap kerjasama ini bisa berlanjut ke – 30 tahun dan seterusnya,” terangnya. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.