Sabtu, 20 Januari 2018, 20:19
Home / EDUKASI / GURU DIMINTA MEWASPADAI BAHAYA INTERNET BAGI MURID

GURU DIMINTA MEWASPADAI BAHAYA INTERNET BAGI MURID

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Wakil Gubernur Jawa Timur  Drs. H. Saifullah Yusuf minta para guru untuk mewaspadai bahaya internet bagi murid. Sebab, perkembangan internet yang sangat pesat di era sekarang ini memungkin orang untuk membuka hal – hal negatif seperti pornografi, LGBT, terorisme dan berita hoax.

Itu disampaikan Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat membuka Rapat kerja Provinsi YPLP DASMEN PGRI Jatim Tahun 2017 di Hotel Purnama Kota Batu, akhir pekan kemarin.

Dalam situs resmi Humas Pemprov. Jatim, kata Gus Ipul, internet memungkinkan penggunanya untuk mencari, menerima, dan menyampaikan informasi, serta pemikiran apapun secara instan dan murah lintas batas negara. Bahayanya, banyak terdapat informasi dan pemikiran yang negatif dan tidak benar yang tersebar luas di dunia maya.

“Padahal, di Indonesia sendiri, pengguna internet setiap tahun meningkat dan sudah mencapai 132 juta jiwa, mulai dari area perkotaan hingga pedesaan. Diperkirakan, tahun 2017 bisa mencapai 140 juta pengguna. Penggunanya tidak hanya orang tua, tapi juga anak – anak, termasuk juga murid – murid yang cenderung lebih jago dalam menggunakan internet. Inilah yang harus diwaspadai oleh para guru,” katanya.

Salah satu yang paling diwaspadai dalam jejaring internet adalah ujaran kebencian (hate speech). Dimana ada pihak – pihak yang memiliki ideologi/pemahaman tertentu yang cenderung bertentangan dengan pihak lain. Mereka menyebarkan hate speech untuk menyerang pihak yang berseberangan tersebut.

“Hate speech berupa penghinaan pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak baik, memprovokasi, penghasutan dan penyebaran berita bohong dengan dampak terjadinya diskriminasi kekerasan serta konflik. Yang menyebarkan tidak hanya yang literasi rendah, tetapi yang berpendidikan juga. Disinilah bahayanya, jangan sampai muirid – murid kita terpengaruh dan membenci satu sama lain, ini bisa berbahaya bagi persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikannya, di Indonesia terdapat 800 ribu lebih situs  penyebaran hoax, 70 % menyebar lewat media sosial (FB, Twitter, Instagram, Path dan lain – lain), 20 % menyebar lewat tayangan pesan dan chat (sms, whatsapp, bbm, line dll), 10 % blog, email dll serta 60% pembuat, penyebar dan penikmatnya usia produktif (17 – 40 tahun.

Karena itu, lanjut Gus Ipul, para guru diharapkan dapat memberikan contoh menggunakan internet dengan positif dan produktif. Contohnya, mengembangkan budaya ilmiah, menulis hal – hal yang positif lewat media sosial, merekomendasikan web – web yang berguna bagi murid, dan menggalang kekuatan untuk membangun kebersamaan lewat internet, seperti membantu sesama yang membutuhkan.

“Kehadiran internet sebagai buah dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah bukan perkara asing lagi bagi masyarakat kita. Mari kita gunakan dan contohkan penggunaan internet yang positif dan produktif. Karena internet bisa membawa dampak luar biasa bagi bangsa ini jika dimanfaatkan dengan benar,” pungkasnya.

Ketua panitia penyelenggara, Drs. Santoso, M.Pd mengatakan, tujuan Raker ini adalah mengevaluasi tugas dan pelaksanaan program, menyusun program kerja 2017, mencari solusi atas permasalahan yang ada, serta menyamakan persepsi tetang isu – isu pendidikan di negara kita, termasuk penggunaan teknologi informasi.

“Kami harapkan, dengan raker ini akan disepakati keputusan tentang program kerja 2017, kedua keputusan tentang usul, sikap dan pendidikan YPLP Dasmen Jatim dalam hadapi situasi dan isu – isu yang berkaitan dengan lembaga pendidikan yang akan terjadi di masa mendatang,” katanya.

Raker ini dilaksanakan selama 3 hari mulai 10 – 12 Februari 2017 dan dilaksanakan pula Pengukuhan Pengurus MKKS SMA dan SMK dimana pengurus yang dikukuhkan diantaranya adalah Drs. Sihono, M.Pd selaku Ketua, Sekretaris, Drs. Sugiarto, dan Bendahara, Drs. Mahmudi, Mpd.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Umum PGRI Pusat, Ibu Nifah Rosidi, MM Ketua PGRI Jatim, Drs. H. Ichwan Sumadi, MM, Kepala Dispendik Jatim, Dr. Saiful Rahman, Walikota Batu, Eddy Rumpoko, dan Ketua DPRD Batu, Kepala Dispendik Batu. (Haludin Mawaledha/Dir).

Check Also

SUSANTI HUDIONO TERIMA PENGHARGAAN SOETANDYO AWARD DARI FISIP UNAIR

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Esthi Susanti Hudiono menerima penghargaan Soetandyo Award. Penghargaan itu penerima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *