Jumat, 15 Desember 2017, 7:26
Home / NEWS / WARGA TIONGHUA BERKONTRIBUSI MELESTARIKAN PENYU

WARGA TIONGHUA BERKONTRIBUSI MELESTARIKAN PENYU

WAGATABERITA.COM – SITUBONDO. Warga Tionghua berkontribusi melestarikan Penyu. Dia membuat tempat pemeliharaan (penangkaran). Itu dilakukan untuk melestarikan serta menyelamatkan dan menghindari kepunahan Penyu di Pantai Boom, Kabupaten Banyuwangi.

Ribuan anak Penyu atau Tukik langka jenis Lekang di pelihara di lokasi penangkaran oleh warga Tionghua. Keberadaan anak Tukik itu rupanya menarik perhatian tersendiri bagi warga. Sehingga tidak sedikit orang yang datang di lokasi penangkaran untuk melihat langsung Penyu atau Tukik.Terutama ingin menyaksikan ketika Tukik keluar dari telur (menetas).

Sepanjang 170 meter Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, dapat menyaksikan Penyu atau Tukik. Di pantai  tersebut terdapat banyak Penyu yang bertelur. Kondisi itu membuat  seorang warga Tionghua terpanggil untuk membuat penangkaran telur Penyu yang kemudian di tetaskan.

Menetaskan telur Penyu, tentu penuh rasa kesabaran. Awalnya dimulai dengan jumlah kecil. Namun saat ini, sudah banyak Penyu atau Tukik yang ditetaskan.

Warga Tionghoa itu melakukan penangkaran telur Penyu sudah cukup lama. Dia mendapatkan telur Penyu dari warga setempat. Selain itu, dia sendiri ikut mengumpulkan telur Penyu. Ada juga warga dengan suka rela memberikan telur Penyu yang ditemukan di pantai kepada warga Tionghoa itu.

Telur Penyu yang dikumpulkan warga Tionghoa kemudian diletakkan di sebuah tempat penangkaran yang tidak jauh dari Pantai Boom, Banyuwangi.

‘’Telur Penyu yang ditetaskan berjumlah 12 ribu butir, namun yang berhasil menetas hanya 5 ribu butir saja,” tutur warga Tionghoa itu.

Di Kabupaten Banyuwangi  terdapat 4 jenis Penyu yakni Penyu Lekang, Penyu Sisik, Penyu Ijo, dan Penyu jenis Blimbing. Penyu ini terbilang langka. Itu sebabnya, keberadaan Penyu itu dilestarikan oleh warga Tionghoa. Tujuannya untuk menjaga kelestarian Penyu dan menyelamatkan populasi  Penyu yang hampir punah.

Penangkaran Penyu atau anak Tukik yang dilakukan warga Tionghoa itu rupanya memiliki daya tarik tersendiri. Banyak warga yang datang untuk melihat langsung tempat penangkaran penyu tersebut.

Dian, merupakan salah seorang warga Banyuwangi yang berkunjung langsung ke lokasi penangkaran penyu tersebut. ‘’Penyu dan anak Tukik memilki daya tarik tersendiri. Utamanya, Tukik yang sedang menetas,‘’ ujar Dian.

Dia menambahkan, yang lebih menarik  lagi, pengunjung dapat berkontak langsung dan memegang bayi Penyu, meski baru berumur satu hari. Lalu diletakkan di kolam air yang sudah  tersedia.

Setelah itu, anak  Penyu itu kemudian dilepas ke laut untuk dikembalikan ke habitatnya  agar tidak  punah. Meski melepas 1 Tukik, tetapi masih ada ribuan Tukik  yang akan datang kembali, sebab sepanjang kawasan tersebut sering digunakan untuk pendaratan Penyu bertelur. Langkah melepas dan mengembalikan anak Penyu, merupakan cara untuk menyelamatkan anak Penyu dari incaran predator.

Wijayanto Haditanojo, salah satu pembina penangkaran Tukik, mengatakan dari tujuh jenis Penyu yang ada di dunia, di Banyuwangi terdapat  empat jenis penyu yakni Penyu Lekang, Penyu Hijau, Penyu Sisik dan Penyu Blimbing. (Agus Susanto/Halu)

Check Also

BERSIHKAN RUMPUT, PETANI DI TRENGGALEK TERLINDAS TRUK, TEWAS DI TEMPAT

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Naas menimpa Slamet (70) seorang petani asal RT 02 RW 01 Desa Pucanganak …