WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penumpang kapal Pelni terlihat sepi, padahal tahun – tahun 2000 – an, penumpang kapal milik PT Pelni berjubel, terlebih lagi kalau musim libur anak sekolah, terkadang tidak bisa mendapatkan tiket. Itu lantaran banyaknya penumpang yang menggunakan jasa transportasi kapal laut.
KM Labobar, kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), saat sandar di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya sekira pukul 16 : 30 WIB, Rabu (22/02/2017), terlihat penumpang tak begitu banyak. ‘’Tadi tidak terlalu banyak penumpang, pak,‘’ kata Surahman penumpang dari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) kepada wagataberita.com.
Surahman bersama keluarganya turun di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan masih melanjutkan perjalanan ke Semarang menggunakan transpotasi darat.
KM Labobar mengambil rute Tanjung Perak Surabaya, Balikpapan (Kaltim), Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ternate, Maluku Utara (Malut) kemudian melanjukan perjalanan ke Papua dan kembali berlayar ke barat mengikuti rute yang sama dan berakhir di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Menurunya jumlah penumpang kapal yang turun di Tanjung Perak, Surabaya itu, juga mempengaruhi pendapatan para buruh di pelabuhan Tanjung Perak.
‘’Sudah beberapa tahun terakhir ini, pendapatan kami menurun tajam, ‘’kata Sumarno, buruh pelabuhan Tajung Perak, meski begitu, dia tidak bersedia menyebutkan pendapatannya saat ini, tapi yang pasti, kata dia, hanya pas – pas untuk bisa menutupi kebutuhan hidup sehari – hari. (Haludin Ma’waledha/Dir)
- RANDOM TEST COVID DIBERLAKUKAN PENUMPANG KRL
- DITENGAH COVID MENHUB PASTIKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN NUSA PENIDA BALI TAK BERHENTI
- TRANSPORTASI UMUM DIKENDALIKAN DIMASA PENIADAAN MUDIK INI ATURAN KEMENHUB
- KERETA BANDARA YOGYAKARTA SEGERA BEROPERASI BEGINI PROGRES PEMBANGUNANNYA
- BIAYA PEMBANGUNAN PROYEK TREM KOTA SURABAYA MENDAPAT TITIK TERANG
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.