WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Dengan mengendarai sepeda motor, ratusan massa pengepul besi tua mendatangi area obyek vital nasional, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, PLTU Paiton Probolinggo Jawa Timur, Rabu (22/03/2017).
Kedatangan mereka, menuntut proses lelang jual beli besi tua bekas milik PLTU agar berlangsung transparan, serta para pengepul besi tua mendapatkan jatah yang sama.
Kericuhan pecah, saat massa mencoba menerobos Barikade petugas Kepolisian, dengan maksud menemui pimpinan PLTU Paiton. Massa, juga mencoba mendobrak pagar pintu masuk kantor PLTU.
Aksi baku hantam, antar massa dan petugas Kepolisian tak dapat dihindarkan. Guna membubarkan amuk massa, sejumlah Satuan Petugas anti huru hara, dan mobil Water Canon diterjunkan ke lokasi kerusuhan.
Namun demikian, aksi massa semakin beringas. Beberapa diantaranya, bahkan mencoba menaiki mobil Water Canon.
Menghindari aksi amuk massa yang semakin brutal, petugas kepolisian, lantas menembakkan gas air mata ke kerumunan massa. Beberapa massa, akhirnya berjatuhan akibat terkena tembakan gas air mata.

Aksi massa kali ini, merupakan simulasi pengamanan petugas kepolisian bekerja sama dengan pihak PLTU Paiton, sebagai bentuk persiapan jika sewaktu – waktu aksi massa benar – benar terjadi.
“Kerawanan konflik sosial yang sering terjadi di PLTU Paiton, yakni terkait proses pelelangan besi tua bekas, dan proses rekrutmen tenaga kerja kontrak. oleh karenanya kita melakukan kerja sama simulasi pengamanan di area obyek vital nasional ini,” terang Kompol Budi Sulistiyanto, Kabag Ops Polres Probolinggo.
Dalam simulasi pengamanan yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam itu, sebanyak 125 personil gabungan diterjunkan kepolisian Polres Probolinggo. Diantaranya ; 1 SK Dalmas, 25 personil pengamanan tertutup, ditambah pleton dari Binluh. (Zulkiflie/Dir)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.