Senin, 23 Juli 2018, 14:54
Home / NEWS / HUKUM / PENYETRUM SISWA SD DI MALANG TETAP AKAN DIPIDANAKAN
Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera Mengatakan Polisi Tetap Akan Menegakkan Hukum Terhadap Penganiaya Siswa Sekolah Dasar Di Malang. Sumber foto : Anggun Angkawijaya

PENYETRUM SISWA SD DI MALANG TETAP AKAN DIPIDANAKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kasus penganiayaan yang dilakukan kepala sekolah dasar negeri Lowokwaru III malang mendapat atensi Polda Jatim bahkan nasional.

Humas Polisi Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera S.I.K mengatakan kekerasan terhadap anak menjadi konsentrasi pemerintah untuk segera ditangani dan menyeluruh.

“Hari ini (05/05/2017, red)  polisi menjemput keempat korban untuk menjalani visum sebagai kelengkapan penyidikan,” kata Frans.

Visum tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak terapi yang telah dilakukan kepala sekolah Tjipto Yuwono kepada keempat anak didiknya.

“Pelaku bilang kalau terapi penyetruman itu untuk mendidik. Padahal langkah seperti ini tidak ada dalam kurikulum pendidikan,” ucap Frans.

Oleh karena itu kasus ini akan tetap dilanjutkan ke ranah pidana.

“Saya minta kasus ini segera diselesaikan. Dicabut atau tidak laporannya, tetap akan diproses karena tindakan ini sudah termasuk pidana, kekerasan pada anak,” terang Frans.

Frans berharap semua pihak diantaranya diknas dan sekolah bekerjasama dalam menyelesaikan kasus ini.

Sejauh ini sudah tujuh orang yang dimintai keterangannya. Keterangan dari wali murid sudah diterima oleh penyidik dari Polresta Malang dan tinggal dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan.

“Tinggal kepala sekolah yang belum dimintai keterangan. Ya kita tunggu sampai dia sehat kembali,” ucap Frans.

Frans juga mengatakan, polisi akan memanggil guru yang mengetahui kejadian tersebut.

“Penegakan hukum tetap kita jalankan. Dalam perkembangannya nanti kita akan melihat segala aspek. Aspek, pendidikan, hukum dan sosial,” ujar Frans.

Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, empat siswa SDN Lowokwaru III disetrum oleh kepala sekolah Tjipton Yuwono karena dianggap sering melanggar peraturan sekolah pada Selasa (25/04) lalu. (Anggun)

Check Also

VIDEO KEGIATAN DISKUSI ANAK SELURUH INDONESIA PERINGATI HARI ANAK NASIONAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Peringatan Hari Anak Nasional, di peringati dengan mengadakan diskusi anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *