Rabu, 15 Agustus 2018, 9:53
Home / EKONOMI / EKONOMI WARGA EKS LOKALISASI PROSTITUSI TERUS DITINGKATKAN
Kasubag Umum Dan Kepegawaian Dinas Sosial Kota Surabaya Rosalia (Dua) Dari Kiri Saat Jumpa Pers, Jumat (19/05/2017). Sumber Foto : Riski Utomo Putri

EKONOMI WARGA EKS LOKALISASI PROSTITUSI TERUS DITINGKATKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ekonomi warga eks lokalisasi terus ditingkatkan, setelah tempat lokalisasi prostitusi ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya akan mengadakan program “Campus Goes to Kampung,” Ini bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi warga eks lokalisasi.

Dalam program ini, Dinsos bersinergi dengan beberapa perguruan tinggi di Surabaya untuk fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan eks lokalisasi.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinsos Kota Surabaya, Rosalia Retno Bintarti mengatakan, saat ini ada empat perguruan tinggi di Surabaya yang terlibat dalam program Campus Goes to Kampung ini yakni ITS, Unair, Untag dan UK Petra.

“Jadi kampus – kampus ini fokus pada pemberdayaan masyarakat di kawasan eks lokalisasi sesuai keahlian masing – masing. Setelah melakukan survei, saat ini mereka fokus di kawasan eks lokalisasi Dolly karena di sana yang terbesar dari beberapa kawasan eks lokalisasi di Surabaya,” ujar Rosalia ketika jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jumat (19/05/2017).

Dia menambahkan, masing – masing kampus tersebut, fokus pada program pemberdayaan sesuai dengan basic pendidikannya. ITS misalnya, fokus pada penelitian yang bisa membantu UKM di kawasan Putat Jaya. Sementara Untag lebih pada pemberian pelatihan keterampilan usaha kepada warga dan UK Petra fokus pada kondisi sanitasi dan keindahan kawasan tersebut melalui program WC komunal dan mural. Sedangkan Unair, akan memberikan pelatihan manajerial pembukuan.

Selain Campus Goes to Kampung, Rosalia menyebut Dinsos juga punya program Social Action and Sharing (SAS) yang merupakan rangkaian dari kegiatan Dolly Saiki Fest yang dibuka Walikota Surabaya, Tri Rismaharini pada akhir pekan lalu.

Program SAS itu hadir setiap Sabtu dengan kegiatan memberikan sosialisasi pada masyarakat tentang program – program dinsos.

“Setiap Sabtu kami keliling di Dolly untuk sharing program yang bisa diakses warga. Contohnya penanganan orang yang terlantar. Bila jenengan menemukan orang terlantar di jalan, bisa kontak ke Dinsos dan akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Program Campus Goes to Kampung ini mendapat apresiasi positif dari pihak kampus. Setiawan, dari Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat ITS mengatakan, program ini selaras dengan salah satu kewajiban kampus, yakni pengabdian kepada masyarakat. Itu sebabnya, ITS menyambut baik untuk bersinergi dengan Dinsos untuk pemberdayaan kepada masyarakat.

“Untuk pengabdian di masyarakat ini, kami punya ring yakni tiga kelurahan di dekat kampus dan ring 2 di Surabaya kami fokus di eks lokalisasi Dolly. Kami menggali potensi masyarakat, utamanya kegiatan usaha yang mereka kehendaki mendorong peningkatan ekonomi mereka,” ujar Setiawan.

Setiawan menyebutkan pihaknya akan mencoba mengembangkan UMKM yang tengah tumbuh di Putat Jaya. “Batik, misalnya, kami akan membuat bank desain batik.

Selain itu keripik Sami Jali. Meski dari sisi packing sudah bagus, tapi masih terkendala masalah pengeringan ketika musim hujan.

“Kami akan bantu alat pengeringan. Ini sedang dirancang alatnya. Yang jelas alatnya nggak pakai listrik tetapi cukup elpiji agar biayanya, terjangkau,” kata Setiawan. (Riski Utomo Putri/Halu)

Check Also

MADIN DIHARAP MILIKI PENDIDIKAN VOKASIONAL AGAR LULUSANNYA MEMILIKI TENAGA TERAMPIL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *