WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Proyek pembangunan trem di Kota Surabaya untuk jalur utara – selatan dimulai dari Jalan Tunjungan. Untuk loop pertama, rute dimulai dari Tunjungan menuju Joyoboyo. Sementara loop kedua, yaitu dari Tunjungan ke Jembatan Merah.
Sebagai dampak pengerjaan proyek trem, ruas jalan yang mulanya ada empat nantinya akan berkurang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengungkapkan bahwa dishub telah memperhitungkan dampak pengerjaan proyek.
“Untuk antisipasi penggunaan jalan Tunjungan untuk jalur trem, Insya Allah sudah kita hitung manajemen dan rekayasa lalin, kita alihkan ke genteng kali dan simpang dukuh,” ujarnya.
Sementara itu, Pemkot Surabaya sendiri telah melakukan pembebasan lahan di Jalan Simpang Dukuh untuk nantinya dilakukan pelebaran jalan di daerah tersebut. Walikota Surabaya Tri Rismaharini, mengatakan bahwa untuk pembebasan lahan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPU Bina Marga) telah memberikan ganti rugi kepada warga yang terkena dampak.
“Dinas PU sudah ganti rugi. Mereka juga akan kecilkan beremnya Darmo,” kata perempuan kelahiran Kediri itu.
Sedangkan untuk proyek trem di jalur timur – barat, moda yang dikembangkan adalah Light Rail Transit (LRT), karena rutenya lebih panjang dari jalur utara – selatan. LRT dipilih karena dinilai lebih murah dari monorel.
“Mungkin akan lebih murah (pengerjaan proyek trem) karena kita pakai LRT. Kalau monorel mahal sekali. Kemungkinan ada yang seperti trem tapi bisa naik di tempat tertentu karena ada viaduk yang kita tidak akan bongkar dan juga ada yang turun,” ujar Walikota Surabaya. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.