WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penerapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada hari pertama kepadatan terjadi dibundaran Waru yang menjadi viral di media sosial, hal itu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jatim sehingga pada hari kedua PSBB Selasa (29/04/2020) hal itu tak lagi terjadi.
Dari pengalaman hari pertama berbagai rekayasa dilakukan Pemprov Jatim, Polda Jatim, Kodam.V Brawijaya dan Pemkot Surabaya guna mencegah terulangnya penumpukan kendaraan, “sudah tidak ada lagi penumpukan dan kemacetan di Bundaran Waru. Alhamdulillah semua kendaraan lancar,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.
- JANGAN NEKAT SEPERTI 171 PELANGGAR JAM MALAM PSBB TERJARING INI ANDA AKAN DITAHAN DAN DI RAPID TEST
- WASPADA PELANGGAR PSBB BISA DITINDAK INI LOKASI CHECK POINT TIGA WILAYAH PSBB DI JATIM
- RAZIA HIBURAN MALAM BBNP JATIM AMANKAN SATU TERPAPAR NARKOTIKA
- SIDAK MAMIN PETUGAS TEMUKAN PRODUK KADALUARSA
- UPT P3 LLAJ LAMONGAN DISHUB JATIM GELAR OPERASI SADAR KESELAMATAN
Diterangkan Khofifah rekayasa pemeriksaan dilakukan dengan pembagian dua titik jalur pada kendaraan roda empat diperiksa di jalan utama Ahmad Yani sementara roda dua diperiksa di frontage road Ahmad Yani dan kendaraan roda empat dibagi kembali menjadi empat jalur untuk memisahkan mobil berpelat L dan W dan pelat selain L dan W.
Pemeriksaan dokumen hingga pemeriksaan suhu tubuh dilakukan, “pemeriksaan difokuskan pada pengendara mobil dan motor berpelat diluar L dan W, juga pengendara motor yang berboncengan, jadi bagi pengendara yang tidak punya kepentingan apa – apa di Surabaya, atau tidak melengkapi diri dengan masker atau dalam kondisi sakit diminta untuk putar balik kembali ke rumah,” tambah Khofifah.

Evaluasi pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya akan terus dievaluasi, masyarakat diharap mentaati aturan PSBB, “saat ini sifatnya masih persuasif berupa imbauan dan teguran, tapi nanti mulai tanggal 1 Mei petugas di lapangan akan lebih tegas lagi dengan memberlakukan sanksi pidana,” imbuh orang nomor satu di Jatim ini.
Permintaan maaf pada kemacetan hari pertama PSBB dilakukan, hal itu terjadi karena masyarakat belum seluruhnya mengerti aturan PSBB, “kita mengenal PSBB kan baru – baru ini karena darurat Covid – 19, jadi wajar jika penerapannya bikin agak ‘kaget’ meskipun di beberapa daerah sudah lebih dulu melaksanakan. Semoga ke depan terus lancar,” pungkas mantan Mensos ini. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.