Jumat, 19 Januari 2018, 22:46
Home / FEMALE / RELATIONSHIP / JATIM – PERANCIS KERJASAMA BIDANG PENDIDIKAN
Pakde Karwo Saat Berbincang Dengan Dubes Perancis Di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (09/06). Sumber Foto : Endri Soedarto

JATIM – PERANCIS KERJASAMA BIDANG PENDIDIKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Provonsi Jawa Timur (Jatim) jalin kerjasama bidang pendidikan dengan pemerintah Perancis.

Itu terungkap saat Gubernur Jatim Dr.H.Soekarwo menerima kunjungan Duta Besar Perancis untuk Indonesia H.E Mr.Jean Charles Betthonnet di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (09/06/2017).

Gubernur Jatim menyampaikan, Provinsi Jatim dan Perancis sepakat meningkatkan kerjasama bidang pendidikan. Terutama pendidikan vokasional di bidang industri kreatif. “Pendidikan ini diperlukan dalam era persaingan bebas,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu.

Provinsi Jatim akan mengalami bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun), mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Sehingga bonus demografi ini harus diantisipasi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), tentu saja melalui pendidikan vokasional.

“Kerjasama ini secara adhoc selama dua tahun, tapi jangka panjangnya sampai 2024,” ujar Pakde Karwo.

Provinsi Jatim juga mendorong kerjasama bidang perdagangan dan ivestasi dengan Perancis. Dimana, sejak Tahun 1974 sampai April 2017, terdapat 18 proyek investasi Perancis di Jatim dengan nilai investasi sebesar 115,21 juta USD dan menyerap 1.318 tenaga kerja.

Investasi ini paling banyak di bidang usaha industri kayu, serta kimia dan farmasi.

Kata Pakde Karwo, keputusan investasi Perancis di Provinsi Jatim sangat tepat. Karena Jatim merupakan wilayah Indonesia Timur. Serta, posisi Jatim yang sangat strategis di tengah – tengah arus distribusi barang dan jasa (center of grafity). “Logistic dan connectivity kita sangat baik, karena banyak barang yang dikirim ke Indonesia timur melalui pelabuhan yang ada di Jatim. “Ini sangat efisiensi bila berivestasi di Jatim,” katanya.

Pakde Karwo menambahkan, Pemprov Jatim akan memberikan empat jaminan bagi investor Perancis yang akan menanamkan modalnya di Jatim. Empat jaminan tersebut adalah soal perijinan, ketersediaan lahan, power plan atau ketersediaan listrik, serta iklim buruh yang kondusif.

“Soal perijinan semuanya diurus oleh Pemprov Jatim dengan terukur dan terstandar, ketersediaan listrik, di Jatim sendiri sebesar 2.800 megawatt,” jelasnya.

Sementara itu, Jean Charles Berthonnet, Dubes Perancis, menyambut baik kerjasama di bidang pendidikan antara Jatim dengan Perancis.

Kata dia, kerjasama itu akan diprioritaskan agar semakin banyak pelajar dari Jatim yang menempuh pendidikan di Perancis.

Hingga saat ini, tercatat sudah 600 alumni lulusan Perancis di Jatim. Ke depan, diharapkan akan terus meningkat. “Kami harap kesepakatan yang akan kami tanda tangani hari ini dapat memfasilitasi kerjasama tersebut,” ungkap Jean Chrles. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

KLB DIFTERI TINGGAL 5 PROVINSI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sekretaris Jenderal Kemenkes RI dr. Untung Suseno Sutarjo,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *